Metrobatam, Jakarta – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi sedang menjadi pembicaraan banyak pihak, hastag #PecatBudiKarya menjadi trending topik di Twitter sore ini, kinerja Menhub dinilai netizen masih kurang bagus. Lalu apa sebenarnya yang membuat fenomena ini terjadi?

Peneliti ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara mengungkapkan bahwa setidaknya ada tiga masalah yang menurutnya membuat masyarakat menjadi ‘jengkel’ kepada Menhub. Paling utama, menurutnya adalah kegagalan Menhub mengatur regulasi untuk menurunkan harga tiket pesawat.

“Ada beberapa alasan ya yang bikin masyarakat jengkel banget sama Menhub. Yang pasti kegagalan pemerintah melalui regulasi untuk turunkan harga tiket pesawat khususnya penerbangan low cost carrier,” ungkap Bhima kepada detikFinance, Selasa (7/5/2019).

Lalu permasalahan yang kedua menurut Bhima adalah bahwa Menhub kurang berani membongkar praktik duopoli yang terjadi pada industri penerbangan Indonesia yang diduga jadi biang keladi mahalnya tiket pesawat.

“Yang kedua kegagalan pemerintah tidak bisa bawa kasus duopoli Garuda dan Lion yang jelas-jelas naikkan bersama harga pesawat. Itu tidak bisa Menhub membawanya ke KPPU untuk dilakukan penyelidikan dan jatuhi sanksi,” kata Bhima.

“Ini sudah lama disuarakan juga tapi tak ada respons positif gitu, padahal ini adalah praktik kartel yang sangat rugikan masyarakat ya,” tambahnya.

Kemudian, Bhima menuturkan kejengkelan masyarakat juga terjadi karena tiket pesawat masih belum ada pergerakan turun juga. Padahal, lebaran yang menjadi waktu mudik sudah makin dekat, dan masyarakat butuh tiket murah.

“Kemudian mendekati lebaran maka kebutuhan tiket angkutan udara itu tetap naik signifikan, ini jangan sampe pada waktu lebaran harga naik lagi dibanding dengan sekarang yang sudah naik konsisten,” kata Bhima.

Padahal menurut Bhima harusnya bisa saja pemerintah mengintervensi pengaturan tarif ini pasalnya, kini maskapai Garuda Indonesia sebagai leading sector untuk industri penerbangan sedang mengalami keuntungan. Harusnya, dengan adanya keuntungan menurut Bhima membuat Garuda memiliki ruang untuk berkorban untuk turunkan harga tiket agar daya beli masyarakat.

“Nah di sinilah intensi pemerintah untuk selesaikan masalah itu sepertinya setengah hati, makanya saya juga mendukung upaya masyarakat untuk menekan Menhub ini segera diganti karena nggak becus bersamaan dengan Menteri BUMN juga,” kata Bhima.

“Karena saat Garuda Indonesia untung tapi mereka tidak berpihak pada kepentingan masyarakat khususnya kelas menengah yang butuh tiket murah,” tambahnya (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE