Bawaslu Sudah Kantongi Identitas Pengirim Ribuan C1 Menangkan 02

Metrobatam, Jakarta – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta menyatakan telah mengantongi identitas pengirim ribuan formulir C1 Pilpres 2019 yang memenangkan paslon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Ribuan C1 diduga palsu itu diketahui berasal dari Boyolali, Jawa Tengah.

Ketua Bawaslu DKI Jakarta, Muhammad Jufri mengatakan pengiriman ribuan C1 itu dilakukan dengan menggunakan taksi online. Diduga dokumen-dokumen itu hendak diantarkan ke Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.

Read More

“Jadi dia memesan transportasi online untuk mengantarkan ribuan suara itu,” kata Jufri kepada CNNIndonesia.com, Rabu (8/5).

Kendati telah mengantongi identitas pengirim, namun Jufri belum bisa membukanya. Sebab, penyelidikan sampai kini masih berjalan di Bawaslu Jakarta Pusat.

“Jadi nanti dulu, penyelidikan masih berlangsung. Kita tunggu saja,” ucap dia.

Diketahui Kepolisian Resor Jakarta Pusat menemukan ribuan formulir C1 di Menteng, Jakarta Pusat saat melakukan razia lalu lintas, Sabtu (3/5) pukul 10.30 WIB. Formulir C1 itu ditemukan dalam mobil Daihatsu Sigra.

Petugas polisi kemudian menyita kardus putih berisi 2.006 formulir C1 dan kardus coklat 1.761 formulir C1. Ribuan formulir C1 itu berasal dari Boyolali, Jawa Tengah. Tapi, isi formulir C1 itu berbeda dengan hasil penghitungan suara pada Situng KPU.

Pada kardus itu juga tertulis ‘Kepada Yth Bapak Toto Utmo Budi Santoso Direktur Satgas BPN PS Jalan Kertanegara No 36 Jakarta Selatan’ dan ‘Dari Moh Taufik Seknas Prabowo-Sandi Jalan HOS Cokro Aminoto No 93 Menteng Jakarta Pusat’.

CEO Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo-Sandi, M Taufik langsung membantah dirinya berada di balik temuan dua dus formulir C1 yang disebut menguntungkan Prabowo-Sandi.

Kata Taufik, Seknas tak pernah sama sekali mengumpulkan C1 dari daerah untuk dikirimkan ke BPN.

“Itu bohong, fitnah. Berita itu sama sekali tidak betul, Seknas tidak pernah mengumpulkan C1, tidak pernah mengirimkan C1 ke BPN,” kata Taufik di Kantor Seknas Prabowo-Sandi, Jalan HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (6/5).

Kronologi Penemuan Formulir C1 Untungkan 02

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan penemuan ribuan formulir C1 yang diduga untuk menguntungkan paslon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno terjadi dalam razia lalu lintas saat pihaknya tengah berupaya menghambat teroris.

“Kita kan kemarin ada operasi penangkapan teroris di Bekasi, kemudian ada dua pelaku yang lari, makanya kemudian kejar-kejaran kita lakukan operasi, razia di sana untuk menghambat pergerakan pelarian pelaku teroris tersebut,” tutur Argo saat dikonfirmasi, Rabu (8/5).

Sebelumnya, Densus 88/Antiteror Polri mengamankan tiga terduga teroris yakni SL (34) yang ditangkap di Babelan, Bekasi, pada Sabtu (4/5) pukul 04.34 WIB; AN (20) diamankan di Kecamatan Tambun Selatan, Bekasi, pada pukul 08.49 WIB; dan MC (28) di Kecamatan Tegal Timur, Tegal, pada pukul 14.30 WIB.

Argo menuturkan saat itu operasi atau razia lalu lintas dilakukan di sejumlah titik, salah satunya di Menteng, Jakarta. Ketika razia dilakukan di kawasan Menteng, kata Argo, sebuah mobil Daihatsu Sigra melintas. Namun, mobil tersebut tampak ragu-ragu saat melihat di depannya ada razia yang dilakukan polisi.

Menurut dia, mobil tersebut kemudian melanggar aturan lalu lintas sehingga petugas kepolisian memintanya berhenti.

“Anggota melihat ada mobil yang dikendarai seseorang yang dia ragu-ragu dalam mengendarai. Kemudian dia juga salah ya, salah dalam berlalu lintas yang dia langgar,” ujarnya.

Argo menjelaskan setelah mobil diberhentikan, petugas kemudian melakukan pemeriksaan. Saat itu, sambungnya, pengemudi mobil mengaku tak tahu ke mana alamat yang dia tuju.

“Dia (pengemudi mobil) masih bingung juga dan dia bawa barang-barang dalam mobil ada tumpukan, ya kita cek di sana, baru kita bawa ke Polsek Menteng kemudian kita bawa ke Bawaslu,” tutur Argo.

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf menyampaikan pelanggaran lalu lintas yang dilakukan pengemudi mobil saat itu adalah melanggar rambu-rambu.

“Melanggarnya itu kalau enggak salah ya, seharusnya enggak boleh belok kanan, tapi dia belok kanan, kebetulan di lokasi ada operasi keselamatan,” ucap Yusuf di Mapolda Metro Jaya, Rabu (8/5).

Lebih lanjut, disampaikan Yusuf, untuk penyelidikan mendalam terkait penemuan ribuan formulir C1 itu telah diserahkan ke Bawaslu. Ditlantas Polda Metro, lanjutnya, hanya menangani pelanggaran lalu lintasnya saja.

“Itu penyelidikan di sana (Bawaslu) bukan kita, saya hanya bagian melanggar lalu lintasnya aja saya,” kata dia.

Sebelumnya, Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo-Sandiaga mengaku langsung mengonfirmasi ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait temuan ribuan formulir C1 di Menteng, Jakarta Pusat yang diduga palsu dan menguntungkan paslon 02 Prabowo-Sandi. Temuan ribuan C1 itu, disebut terjadi saat razia lalu lintas oleh kepolisian.

Ketua Tim Advokasi Seknas Prabowo-Sandi, Yupen Hadi menyebut konfirmasi ini mereka lakukan lantaran pihak Seknas langsung terseret dalam kasus yang mereka sebut ‘kurang kerjaan’ dan ‘tidak jelas’ itu,

Yupen mengaku langsung menemui Sentra Gakkumdu di Bawaslu Jakpus dan bertemu dengan sejumlah komisioner yang memang memiliki kendali untuk penanganan kasus ini.

“Saya ke Bawaslu Jakarta Pusat. Kita nanya sama mereka, ‘Ini yakin palsu semua atau gimana sebenarnya?’ Lalu dia bilang ini dipelintir media. Saya bingung dipelintir gimana. Karena ada sampel yang coba disampaikan. Lalu kita tanya kronologi kejadian,” kata Yupen saat dihubungi CNNIndonesia.com melalui telepon, Selasa (7/5). (mb/cnn indonesia)

Loading...

Related posts