Metrobatam, Surabaya – Polisi langsung menahan Hairil Anwar (35), guru honorer asal Pamekasan, Madura, yang memposting ujaran bunuh Presiden Joko Widodo di Facebook. Hairil dijerat beberapa pasal tentang UU ITE.

Kasubdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Cecep Susatya mengatakan, Hairil dijerat UU ITE pasal 28 ayat 2 junto pasal 45 A ayat 2 dan pasal 207 KUHP.

“Dengan ancaman hukuman paling lama 6 tahun dan denda sebanyak Rp 1 miliar. Ini kita tahan karena ancaman hukumannya di atas 6 tahun,” kata Cecep saat rilis di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Minggu (19/5/2019).

Cecep mengatakan pihaknya mendapat informasi jika ada akun Facebook bernama Putra Kurniawan yang posting ujaran kebencian dan penghinaan kepada Presiden. Lalu, setelah diselidiki, ternyata akun tersebut merupakan akun palsu dengan pemilik Hairil Anwar.

“Kronologinya kita mendapatkan informasi adanya ujaran kebencian maupun penghinaan terhadap pemimpin yang kita tindak lanjuti dan ternyata yang bersangkutan membuat akun Putra Kurniawan dan setelah kita telusuri dia bernama Hairil Anwar seorang guru SD di daerah Sumenep. Guru honorer,” ujar Cecep.

“Kemudian kita telusuri keberadaan yang bersangkutan dan pada Sabtu kemarin yang bersangkutan kita amankan di tempat kerjanya itu di sekolahan SD-nya tempat mengajar, profesinya sebagai guru SD honorer,” imbuhnya.

Selain itu Cecep menambahkan, saat ditanya petugas Hairil mengaku hanya ingin meramaikan tensi politik di media sosial yang sedang tinggi.

“Postingan ada yang mulai tanggal 9 dan ada yang beberapa yang kita masih dalami beberapa postingannya. Motivasinya tadi yang sudah rekan-rekan dengar motivasinya lebih ke politik mencoba menilai dengan ramainya di media sosial tentang kondisi politik kita,” pungkasnya.

Sebelumnya, Hairil yang seorang guru SD Honorer di Pamekasan ditangkap saat sedang mengajar, Sabtu (16/5) pagi. Hairil menuliskan postingan kebencian di akun Facebook palsu bernama Putra Kurniawan. Postingan tersebut berisi ‘bunuh saja tu Jokowi anjing,’.

Ngaku Pendukung Prabowo-Sandi

Polisi menangkap seorang guru honorer dari Pamekasan, Madura, Hairil Anwar (35) karena postingannya di Facebook yang berisi ujaran membunuh Presiden Joko Widodo. Kini ia mengaku sebagai pendukung Pasangan Prabowo-Sandi.

Hairil dibawa ke Mapolda Jatim untuk diperiksa terkait motifnya. Saat dirilis di depan media, Hairil sempat ditanya mengenai tujuannya menulis postingan tersebut. Dia mengaku refleks dan hanya ikut menanggapi situasi politik saat ini.

“Refleks aja, ya dari saking panasnya politik saat ini. Ya endak refleks aja,” kata Hairil di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Minggu (19/5/2019).

Sebelumnya, postingan Hairil bertuliskan ‘bunuh saja tu Jokowi anjing’ sempat mendapat banyak respons warga net. Hairil pun mengakui sosok yang ia maksud dalam postingan tersebut ialah Presiden Jokowi.

“Iya itu Jokowi (presiden),” imbuhnya.

Kemudian saat ditanya apakah dia merasa jengkel atau marah pada Jokowi, Hairil menegaskan dirinya hanya refleks saja. Terlepas dari itu, Hairil mengakui dirinya sebagai pendukung Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Iya (pendukung 02),” pungkasnya.

Sebelumnya, Hairil yang merupakan guru SD Honorer di Pamekasan ditangkap saat sedang mengajar, Sabtu (16/5) pagi. Hairil menuliskan postingan kebencian di akun Facebook palsu bernama Putra Kurniawan. Postingan tersebut berisi ‘bunuh saja tu Jokowi anjing,’. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Loading...