Ini Daftar Nama 25 Hakim yang Jadi “Pasien” KPK

Metrobatam, Jakarta – Tim penindakan ‎Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menangkap seorang hakim pengadilan negeri. Kali ini, KPK menangkap Hakim Pengadilan Negeri Bengkulu, Kayat, pada 3 Mei 2019.

KPK telah menetapkan Hakim Kayat sebagai tersangka. Kayat ditetapkan sebagai tersangka penerima suap terkait pengurusan kasus pemalsuan dokumen tanah. Dia diduga meminta uang Rp500 juta untuk membebaskan terdakwa kasus pemalsuan surat.

Read More

Sebelum Kayat, ada sejumlah hakim yang juga ditangkap ‎oleh KPK karena melakukan tindak pidana korupsi. Bahkan, sejumlah hakim yang tertangkap tangan ini sudah divonis bersalah dan menjalani hukumannya di penjara.

Berdasarkan catatan Okezone, ada 25 hakim yang tertangkap tangan melakukan tindak pidana korupsi. Berikut daftar nama hakim yang menjadi ‘pasien’ KPK :

1. Hakim PN Jakarta Pusat, Syarifuddin Umar (terbukti menerima suap Rp250 juta terkait kepengurusan perkara pailit);

2. Hakim PTUN Jakarta, Ibrahim (terbukti menerima suap Rp300 juta terkait pengurusan kasus kepemilikan tanah);

3. Hakim Adhoc PHI Bandung, Imas Dianasari (terbukti menerima suap Rp352 juta dari perusahaan);

4. Hakim Adhoc Pengadilan Tipikor Pontianak, Heru Kisbandono (‎terbukti menyuap Hakim Tipikor Semarang untuk mempengaruhi putusan perkara korupsi);

5. Hakim Adhoc Tipikor Semarang, Kartini Marpaung (‎terbukrti menerima suap untuk mengatur vonis perkara korupsi);

6. Wakil Ketua PN Bandung, Setyabudi Tejocahyono (terbukti menerima suap pengurusan perkara korupsi dana bansos untuk Pemkot Bandung);

7. Hakim Adhoc PN Bandung, Ramlan Comel (‎terbukti menerima suap pengurusan perkara korupsi dana bansos untuk Pemkot Bandung‎);

8.Hakim PT Bandung, Pasti Serefina Sinaga (terbukti menerima suap pengurusan perkara korupsi dana bansos untuk Pemkot Bandung‎);

9. Hakim Adhoc PN Semarang, Asmadinata (‎terbukti menerima suap pengurusan perkara);

10. Hakim PN Semarang, Pragsono (terbukti menerima suap terkait jual-beli putusan perkara);

11. Hakim Konstitusi, Akil Mochtar (terbukti menerima suap terkait pengurusan perkara sengketa pilkada);

12. Ketua PTUN Medan, Tripeni Irianto Putro (terbukti menerima suap dari pengacara);

13. Hakim PTUN Medan, Amir Fauzi (terbukti menerima suap dari pengacara);

14. Hakim PTUN Medan, Dermawan Ginting (terbukti menerima suap dari pengacara);

15. Hakim Pengadilan Tipikor Bengkulu, Janner Purba (terbukti menerima suap terkait pengurusan perkara korupsi);

16. ‎Hakim Pengadilan Tipikor Bengkulu, Toton (terbukti menerima suap terkait pengurusan perkara korupsi);

17. Hakim Konstitusi, Patrialis Akbar (terbukti menerima suap dari pengusaha impor daging);

18. Hakim Pengadilan Tipikor Bengkulu, Dewi Suryana (terbukti menerima suap terkait pengurusan perkara korupsi);

19. Hakim PT Manado, Sudiwardono (terbukti menerima suap dari anggota DPR untuk memuluskan perkara);

20. Hakim PN Tangerangn Wahyu Widya Nurfitri (terbukti menerima suap untuk memenangkan perkara perdata);

21. Hakim Adhoc PN Medan, Merry Purba (diduga menerima suap dari pengusaha untuk memuluskan putusan perkaranya)

22. ‎Hakim PN Jaksel, Iswahyudi Widodo (diduga menerima suap terkait pengurusan perkara perdata);

23. Hakim PN Jaksel, Irwan(diduga menerima suap terkait pengurusan perkara perdata);

24. Hakim PN Semarang, Lasito (diduga menerima suap terkait pengurusan praperadilan Bupati Jepara);

25. Hakim PN Bengkulu, Kayat‎ (diduga menerima suap untuk memutus bebas terdakwa kasus). (mb/okezone)

Loading...

Related posts