Metrobatam, Jakarta – Kabar reshuffle kabinet menteri Presiden Joko Widodo (Jokowi) menguat pasca Pilpres 2019. Pihak Istana menyebut, kemungkinan Jokowi mereshuffle kabinet setelah Idul Fitri.

“Kalau sampai lebaran saya kira tidak ada. Saya tidak tahu setelah lebaran, kemungkinan itu bisa saja,” ujar Staf Khusus Presiden, Johan Budi SP di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (8/5/2019).

Namun, Johan tidak memastikan apakah reshuffle di Kabinet Kerja akan berjalan pada bulan Juni 2019. Yang jelas, Jokowi selalu melakukan evaluasi terhadap kinerja menterinya.

“Bahwa pak presiden melihat atau mereview ke belakang untuk reshuffle selalu didahului evaluasi pak presiden dengan menterinya dan tidak dilakukan dalam satu termin waktu tertentu. Evaluasi itu dilakukan setiap saat dan pak presiden Jokowi selalu kroscek kinerja pembantunya kepada semua pihak,” kata Johan.

“Tapi saya dengar tidak sebelum lebaran karena menghadapi banyak hal,” imbuh Johan.

Johan tidak memastikan siapa saja nama menteri yang direshuffle. Sebab, hal tersebut merupakan hak prerogatif Jokowi.

“Saya tidak tahu soal nama, saya tidak tahu apakah memang ada reshuffle setelah, tapi definisi setelah lebaran panjang, Oktober itu setelah lebaran. Jadi amanlah,” ujar Johan.

Adanya isu reshuffle kabinet di jelang akhir periode Jokowi-Jusuf Kalla (JK) muncul usai sejumlah menteri ikut terseret dalam proses hukum di KPK. Setidaknya ada tiga menteri yang saat ini berkaitan dengan proses hukum yang sedang berlangsung di KPK. Mereka ialah Mendag Enggartiasto Lukita, Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin, dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE