Metrobatam, Jakarta – Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) mengirim surat ke Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska), Pekanbaru, Riau, meminta klarifikasi terhadap dosennya, Ustaz Abdul Somad (UAS) lantaran diduga tak netral dengan berpihak ke Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019. Menurut KASN, langkah yang dilakukannya merupakan hal biasa dalam menangani dugaan ketidaknetralan PNS atau aparatur sipil negara (ASN).

“Ini surat yang standar. Juga dikirim untuk PNS lainnya yang diduga tidak netral,” ujar Komisioner KASN Nuraida Mokhsen kepada wartawan, Rabu (8/5/2019).

Surat KASN bertanggal 16 April 2019 itu berperihal Netralitas Aparatur Sipil Negara’. Dalam suratnya, KASN meminta UIN Suska mengklarifikasi UAS terkait dialognya dengan capres Prabowo dalam tayangan yang disiarkan salah satu televisi. Menurut KASN, dalam tayangan itu, ada tafsiran, bahwa UAS berpihak pada Prabowo.

Nuraida menegaskan pihaknya bekerja profesional sesuai dengan aturan yang berlaku. Siapapun PNS yang diduga melanggar, maka harus diproses.

“Sesuai dengan UU ASN dan beberapa PP pelaksana UU, PNS tidak boleh menunjukkan keberpihakannya ke no 01 maupun no 02. Semua yang ada indikasi melanggar diproses,” kata Nuraida.

Dalam proses kasus dugaan pelanggaran netralitas, tahap pertama yang dilakukan KASN adalah meminta klarifikasi. Nuraida mengatakan, jika ternyata tak ada indikasi kuat pelanggaran netralitas, maka kasus akan ditutup.

“Jika ada indikasi kuat maka dilanjutkan dengan investigasi. Hasilnya bisa terbukti bersalah dan bisa juga tidak. Jika bersalah dilihat lagi apakah sanksinya sedang atau berat,” tegasnya.

Belum Bisa Klarifikasi

Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) mengaku belum bisa mengklarifikasi Ustaz Abdul Somad (UAS) karena sebagai PNS diduga mendukung Paslon Presiden Prabowo-Sandiaga Uno. Klarifikasi ini diminta Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) melalui surat yang dilayangkan ke rektor.

“Iya benar, KASN memberikan surat ke kita untuk memberikan klarifikasi ke Pak Somad. Klarifikasi ya, bukan teguran. Kalau teguran berarti beliau sudah menerima sanksi. Ini hanya disuruh klarifikasi,” kata Rektor UIN Suska, Prof Akhmad Mujahidin dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (8/5/2019).

Akhmad menjelaskan UAS saat ini berstatus cuti belajar. Secara resmi, pihak UIN Suska memberikan izin belajar untuk program doktor kepada UAS.

Izin belajar ini diberikan kepada UAS pada 13 Agustus 2018. Status izin belajar ini juga sudah mendapat izin dari Kementerian Agama yang diteken Sekretaris Jenderal, Nur Hasyim.

“Beliau (UAS) mengikuti pendidikan program doktor (S3) konsentrasi Al-Sunnah wa Ulumul Hadist di Omdurman Islamic University, Khartoun Sudan,” kata Akhmad.

Sehingga, sampai saat ini pihak UIN Suska Pekanbaru belum bisa melakukan klarifikasi terhadap UAS. “Kita tidak tahu keberadaannya di mana, WA-nya tidak aktif. Kita diminta melakukan klarifikasi selama 14 hari terhitung surat dari KASN kita terima 2 Mei,” kata Akhmad.

Selama UAS tugas belajar, dalam surat keterangan izinnya, mendapat sponsor sepenuhnya dari Yayasan Tafaqquh Study Club Pekanbaru. Masa tugas belajar diberikan waktu selama 6 semester terhitung tahun ajaran 2018/2019 sampai dengan 2020/2021.

“Selama mengikuti program tugas belajar beliau dibebaskan sementara dari jabatan fungsional dengan tetap memperoleh hak sebagai aparatur sipil negara. Dan tetap melaporkan tugas belajar kepada Menteri Agama,” kata Akhmad. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE