Pasca-Ricuh, KPU Sumsel Ambil Alih Rekapitulasi di Empat Lawang

Metrobatam, Palembang – KPU Sumatera Selatan (Sumsel) mengambil alih rekapitulasi suara KPU Empat Lawang. Kebijakan tersebut diambil pasca-kerusuhan selama proses rekapitulasi kemarin.

“Rekapitulasi untuk KPU Empat Lawang hari ini kita ambil alih. Ada 2 kecamatan yang belum selesai rekap dan dilakukan di sini,” kata Komisioner KPU Sumsel, Hepriadi di Palembang, Rabu (8/5/2019).

Read More

Menurut Hepriadi, tanggung jawab KPU Empat Lawang diambil alih karena tak ada keputusan final hingga pukul 00.00 WIB semalam. Bahkan, pleno ditunda karena ada kerusuhan dari pendukung caleg di Dapil II Empat Lawang.

“Ini karena kerusuhan kemarin. Jadi jika dilanjut di sana juga kemarin pasti akan semakin ramai, maka diputuskan tunda dan dilanjut di KPU Sumsel karena lihat dari waktu sudah tidak memungkinkan,” imbuhnya.

Selain mengambil alih rekapitulasi untuk 2 kecamatan, Lintang Kanan dan Muara Pinang, KPU Sumsel juga telah mengirim tim investigasi. Terutama terkait dugaan adanya data DA 1 yang penuh tip-ex dan coretan.

“Kami akan investigasi semua, akan ada kroscek terkait laporan-laporan masuk. Termasuk itu, soal data DA 1 yang kami dapat informasi jadi penyebab kejadian kemarin,” katanya.

“Semua logistik sudah kami perintahkan dibawa ke Palembang, terutama untuk 2 Kecamatan yang diprotes. Karena hanya Empat Lawang itu saja yang bermasalah, KPU lain aman, semua selesai sebelum pukul 00.00 WIB tadi malam,” tutupnya.

Informasi yang diterima detikcom, rapat pleno digelar di gedung DPRD setempat, Selasa (7/5/2019). Namun, sekitar pukul 16.20 WIB, pleno mulai memanas dari luar dan dalam ruang sidang.

Massa pendukung caleg yang berjumlah puluhan orang memaksa masuk gedung dan mendorong pagar. Polisi di lokasi coba menghalau, tapi tidak dihiraukan.

Massa yang memaksa masuk itu disebut karena meminta KPU segera membuka data C1 plano. Massa menilai data caleg Dapil II Empat Lawang, yang meliputi Kecamatan Lintang Kanan dan Muara Pinang, terjadi kecurangan. (mb/detik)

Loading...

Related posts