Pilih Wagub DKI, DPRD Kunker ke Kepri Hingga Bentuk Pansus

Metrobatam, Jakarta – Panitia Khusus (Pansus) Pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta mulai melaksanakan kunjungan kerja (kunker) untuk melakukan studi banding pemilihan wagub di provinsi lain. Setelah studi banding, baru akan dilakukan sejumlah koordinasi dan paripurna.

Wakil Ketua Pansus, Bestari Barus memprediksi seluruh prosedur sampai terpilihnya Wagub akan selesai di bulan Agustus.

“Antara akhir Juli atau Agustus sudah mulai paripurna kalau mulus,” kata Bestari saat dihubungi, Selasa (28/5).

Bestari menjelaskan alur dari pemilihan Wagub. Pertama, sekembalinya anggota dewan dari Kepulauan Riau akan dilakukan rapat di tanggal 10-13 Juni. Kemudian pada tanggal 19 Juni diharapkan sudah ada draft final persetujuan DPRD.

Dewan juga melakukan kembali koordinasi dan dengar pendapat dari Kementerian Dalam Negeri dan Komisi Pemilihan Umum untuk menjalankan pemilihan.

Setelahnya Panitia Pemilihan (Panlih) bisa bekerja. Panlih sendiri bertugas selayaknya Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang menyiapkan detail pemilihan seperti kotak suara hingga kertas suara.

“Juli sudah mulai panlih bekerja. Panlih paling lama dua minggu sudah selesai menyiapkan kotak suara lah ini lah dua minggu kelar. Kalau tidak ada sesuatu yang luar biasa maka Agustus sudah ada Wagub,” tutup dia.

Disebut Bestari, paripurna yang dilakukan hanya memakan waktu satu hari. Kuorum yang dimaksud dengan catatan harus kuorum 50%+1 anggota DPRD DKI yang menghadiri paripurna.

“Satu hari selesai. Begitu kuorum dapat dimulai nanti dipanggil satu satu dihitung terus ditetapkan di situ,” jelas Bestari.

Diketahui, pansus sedang melakukan kunker ke Kepulauan Riau sebagai contoh daerah yang memiliki kasus serupa. Di daerah kunker sebelumnya, Riau, pemilihan wagub berlangsung selama dua bulan.

“Nah di sini pansus baru dua hari, makanya saya keberatan sama Syaikhu itu, masa dibilang pansus lambat. Dia nggak ngerti tata aturan terus bilang pansus lambat,” ujar Bestari.

“Pansus baru tiga hari kok, kayak gitu pengin mimpin Jakarta, gagal paham, ya susah,” lanjut dia.

Sebelum nya ada dua calon wakil gubernur yang disodorkan dari PKS mereka ialah Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto. Keduanya sudah melalui serangkaian ujian kepatutan serta kelayakan dan kini akan dimajukan ke dalam paripurna DPRD DKI. (mb/cnn indonesia)

Related posts