Polisi: Eggi Sudjana Ditahan Selama 20 Hari ke Depan

Metrobatam, Jakarta – Tersangka kasus dugaan makar Eggi Sudjana ditahan di Polda Metro Jaya. Eggi ditahan untuk 20 hari ke depan.

“Iya masa penahanan di kepolisian itu 20 hari,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada detikcom, Rabu (15/5/2019).

Read More

Eggi resmi ditahan di Rutan Polda Metro Jaya pada Selasa (14/5) malam. Penahanan dilakukan menyusul penangkapan atas dirinya pada Selasa (14/5) pagi.

Sebelumnya, Eggi diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan makar pada Senin (13/5) sore. Eggi sempat menolak pemeriksaan sebagai tersangka.

Dia juga disebut sempat menolak ketika penyidik hendak menyita ponsel miliknya saat penangkapan itu. Eggi menandatangani surat penangkapan itu, tetapi dia menolak penahanan dan menandatangani penolakan tersebut dalam berita acara.

Sebelumnya Argo menjelaskan surat perintah penangkapan yang dikeluarkan pihaknya kepada tersangka kasus dugaan makar Eggi Sudjana sudah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).

Diketahui, perintah penangkapan Eggi tertuang dalam Surat Perintah Penangkapan dengan Nomor: SP.Kap/1012/V/2019/Ditreskrimum, tanggal 14 Mei 2019.

“Ya namanya teknis masa kita tangkap di jalan sana gitu, sudah ada di Polda Metro, setelah selesai baru kita berikan, kan beliau tanda tangan juga. Nah misalnya sedang diperiksa terus tanda tangan kan enggak mungkin itu,” kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Selasa (14/5).

Argo menyebut surat perintah penangkapan tersebut dikeluarkan sejak Rabu (14/5) pukul 06.00 WIB tadi dan berlaku hingga pukul 06.00 esok. Argo memastikan surat tersebut keluar seusai Eggi diperiksa di Mapolda Metro Jaya.

Argo menyebut dalam sebuah penyidikan harus ada surat perintah penangkapan. Ia juga memastikan surat tersebut sudah ditandatangani oleh yang bersangkutan.

“Jadi sudah selesai pemeriksaan, sudah dibacakan hak-haknya, dibacakan penangkapan akhirnya yang bersangkutan mengerti dan tanda tangan juga ya,” lanjut Argo.

Menurut Argo penyidik punya pertimbangan tersendiri mengeluarkan surat perintah penangkapan tersebut kepada Eggi.

“Setelah selesai diperiksa. Dengan pertimbangan subjektivitas penyidik. Ya seperti tadi, dia mau diperiksa tapi menolak, atau dia nanti keluar, kita kemudian mau sita HP-nya tidak dikasihkan. Iya jadi intinya penyidik punya penilaian tersendiri, subjektivitas penyidik untuk melakukan surat perintah penangkapan tersebut,” papar Argo.

Sementara itu kuasa hukum Eggi Sudjana Pitra Romadoni menilai pemberian surat penangkapan terhadap Eggi tersebut merupakan sebuah kejanggalan karena diberikan saat kliennya itu tengah diperiksa di ruang penyidik.

“Sangat janggal dan aneh sekali karena masa penangkapan di ruangan penyidik, kalau yang namanya penangkapan kan biasanya di luar daripada ruang penyidik,” kata Pitra di Polda Metro

Eggi Sudjana sebelumnya dilaporkan oleh relawan Jokowi, Supriyanto dan politikus PDIP Dewi Tanjung. Eggi dilaporkan atas dugaan makar setelah video pidatonya yang menyerukan people power beredar di media sosial.

Pidato tersebut dilakukan di depan rumah Prabowo Subianti di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Selasa 17 April 2019. Eggi dan massanya menolak hasil quick count Pilpres 2019 yang memenangkan pasangan calon nomor urut 1 Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Tak Ada Skenario Pemerintah

Sementara Ratna Sarumpaet menuding ada permainan pemerintah dalam penetapan status tersangka terhadap Eggi Sudjana dalam kasus dugaan makar. Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko membantah hal tersebut.

Moeldoko mengatakan kasus dugaan makar yang menjerat Eggi Sudjana bukanlah skenario pemerintah. Kasus tersebut murni proses hukum.

“Itu (proses hukum Eggi Sujana) yang wajar, enggak ada bagian dari skenario pemerintah, enggak,” kata Moeldoko, Selasa (14/5/2019).

Moeldoko mengatakan dirinya sudah lama mentingatkan agar semua pihak berhati-hati dalam menyatakan pendapat. Jika pernyataan pendapat itu berlawanan dengan hukum maka akan ditindak.

“Kan awal-awal sudah saya ingatkan, kalau tidak ya nanti akan berurusan dengan kepolisian, kejaksaan dan seterusnya,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Eggi Sudjana diberi surat penangkapan saat diperiksa penyidik sebagai tersangka kasus dugaan makar di Polda Metro Jaya. Ratna menuding kasus yang menjerat Eggi merupakan mainan pemerintah.

“Ya nggak apa-apa, itu mainan pemerintah saja, biasa,” kata Ratna di Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (14/5/2019). Ratna menjawab pertanyaan wartawan terkait Eggi, yang sudah ditetapkan menjadi tersangka makar. (mb/cnn indonesia/detik)

   
Loading...

Related posts