Metrobatam, Jakarta – Bareskrim Polri menangkap 14 tersangka kasus penyelundupan narkotika dari Malaysia dengan barang bukti berupa sabu seberat 137 kilogram. Sabu itu disebut akan diedarkan di sejumlah kota besar di Indonesia.

Mereka yang ditangkap di sejumlah lokasi terpisah di Sumatera itu adalah SN, SS, TM, RM, DI, MR, SO, HR, BI, IS, HE, RM, MA, dan HR.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Daniyanto mengatakan sabu tersebut rencananya dibawa dari Malaysia ke Indonesia melalui jalan darat. Kemudian, sabu itu akan didistribusikan ke sejumlah kota, antara lain Aceh, Medan, Riau, dan Palembang.

“Diamankan 137 kilogram metamfetamin atau sabu dari 14 tersangka yang kami kejar selama hampir sebulan belakangan,” kata Eko di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat (3/5).

Eko menuturkan pengungkapan jaringan itu bermula dari penangkapan 26 bungkus sabu seberat 26 kilogram di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, 11 April. Polisi kemudian melakukan pengembangan dan berhasil menyergap sebuah mobil yang digunakan untuk operasional dengan barang bukti berupa 15 kilogram sabu di Dumai, Riau.

Eko menyampaikan tim kemudian melakukan penangkapan di sebuah kapal saat tengah berlayar di perairan Kuala Pereulak, Aceh Timur pada 24 April. Kapal jenis oskadon itu diketahui berlayar dari perairan Penang, Malaysia, menuju Aceh dengan membawa lima kilogram sabu.

“Saat penangkapan, tersangka sempat membuang bungkusan berisi sabu ke laut, tapi yang dibuang berhasil diamankan setelah kami melakukan pengejaran dengan kapal Bea Cukai,” tutur Eko.

Dari penangkapan tersebut, kata Eko, diketahui bahwa sabu berasal dari kapal jenis jaring ikan KM Jasa Mulia GT 10. Polisi kemudian melakukan pengejaran dan berhasil menangkap kapal tersebut pada 26 April.

Saat dilakukan penggeledahan, sambung Eko, ditemukan 30 bungkus sabu dengan berat masing-masing satu kilogram.

“Kapal itu digunakan untuk mengangkut sabu dari Malaysia menuju perairan Ujung Curam, Aceh Timur,” ujarnya.

Selanjutnya, tim melakukan pengembangan dan akhirnya menggeledah sebuah rumah kosong di daerah Medan Marelan, Sumatera Utara. Di lokasi tersebut, polisi menemukan dua tas berisi sabu dengan berat 25 kilogram dan 26 kilogram.

Lokasi terakhir, polisi menyergap dua mobil di area parkir SPBU Jalan Lintas Palembang-Jambi Km 105, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan dan mengamankan 10 kilogram sabu.

“Pengakuan pelaku membawa sabu tersebut dari Tembilahan, Indragiri Hilir, Riau, menuju Betung, Sumsel,” ucap Eko.

Eko menjelaskan dari 14 tersangka yang ditangkap, 13 di antaranya berperan sebagai kurir. Sedangkan untuk tersangka MA, kata Eko, berperan sebagai pengendali para kurir tersebut.

“Jadi tersangka MA ini adalah pengendali kurir narkotika yang membawa narkotika jenis sabu dari Tembilahan Riau ke Betung Sumatera Selatan,” katanya.

Lebih lanjut, atas perbuatannya para tersangka dijerat Pasal 114 ayat 2 jo Pasal 132 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana maksimal hukuman mati dan denda paling besar Rp10 miliar. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE