Metrobatam, Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia telah menetapkan status Jakarta siaga satu kepada seluruh jajarannya dalam menghadapi pengumuman hasil penghitungan suara tingkat nasional oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Hal tersebut diketahui dari Surat Telegram Kapolri Jenderal Tito Karnavian kepada seluruh jajarannya yang bernomor 281/V/OPS.1.1.1/2019 dan ditandatangani oleh Asisten Kapolri bidang Operasi Inspekatur Jenderal Martuani Sormin serta diedarkan pada Senin (20/5).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo membenarkan soal status siaga I tersebut. Salah satu alasannya adalah terkait ancaman terorisme.

“Iya betul (siaga I),” ujarnya saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (21/5).

Status siaga I itu merupakan situasi di mana pihak kepolisian menugaskan 2/3 kekuatannya dan meningkatkan kewaspadaan. Mabes Polri menetapkan status siaga I ini berlangsung selama lima hari, yakni 21 hingga 25 Mei.

Surat Telegram Kapolri ini disebutkan merujuk pada Undang-Undang Negara Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, rencana operasi Mantap Brata 2018, hasil rapat koordinasi Kapolri, dan perkembangan situasi.

Dedi mengatakan salah satu alasan penetapan siaga I adalah karena terdapat ancaman terorisme. “Ya antara lain itu (terorisme), juga dalam rangka menjamin keamanan Jakarta,” tuturnya.

Meski demikian, Dedi mengimbau kepada masyarakat supaya tetap melakukan aktivitas seperti biasa. Dedi memastikan polisi akan menjaga keamanan Jakarta.

“Masyarakat silakan tetap menjalankan aktivitasnya sehari-hari seperti biasa. Aparat keamanan TNI Polri yang ada di Jakarta adalah siap memberikan jaminan keamanan,” ucapnya.

Sejumlah Negara Imbau Warganya

Sementara itu sejumlah negara mengimbau warganya di Indonesia agar mewaspadai demonstrasi yang mungkin pecah setelah pengumuman pemenang pemilihan umum, terutama pada Rabu (22/5).

Singapura sebagai negara tetangga Indonesia, misalnya, mengimbau warganya untuk waspada setelah menerima laporan mengenai kemungkinan demonstrasi di depan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

“Seluruh warga Singapura di Indonesia diimbau menghindari daerah-daerah dengan kumpulan massa tersebut dan memantau terus media lokal untuk perkembangan terbaru,” demikian imbauan pemerintah Singapura yang dirilis melalui situs Kementerian Luar Negeri mereka.

Imbauan serupa juga dirilis oleh negara tetangga Indonesia lainnya, Malaysia. Kedutaan Besar Malaysia di Indonesia melaporkan bahwa demonstrasi kemungkinan menjalar ke cabang-cabang KPU dan Bawaslu di berbagai daerah.

“Warga Malaysia di Indonesia diimbau untuk menghindari kawasan-kawasan tersebut. Ikuti perkembangan terkini melalui laporan media setempat dan jangan mempercayai pengumuman yang diragukan keasliannya,” tulis Kedubes Malaysia.

Sementara itu, negara tetangga di selatan Indonesia, Australia, bahkan menyebut bahwa ada ancaman kekerasan dan kemungkinan terorisme setelah pengumuman hasil pemilu.

“Hindari protes, demonstrasi, dan unjuk rasa, karena dapat berubah menjadi ricuh tanpa peringatan terlebih dulu,” demikian bunyi imbauan perjalanan tersebut.

Inggris juga merilis peringatan serupa sebagai antisipasi menjelang pengumuman pemenang pemilu yang awalnya memang dijadwalkan digelar pada 22 Mei.

“Pemilihan umum digelar di Indonesia pada 17 April dengan hasil resmi dijadwalkan diumumkan pada 22 Mei. Anda harus menghindari semua aksi protes, demonstrasi, dan unjuk rasa politik,” tulis pemerintah Inggris dalam situs resminya.

Sejumlah negara Barat lain juga merilis imbauan senada, termasuk Amerika Serikat, yang menyatakan bahwa demonstrasi juga kemungkinan merebak ke Surabaya dan Medan.

“Hindari daerah di mana demonstrasi dan unjuk rasa politik digelar dan terus waspada jika berada di sekitar kerumunan,” tulis Kedutaan Besar AS untuk Indonesia di situs resminya.

Seluruh imbauan dari negara asing itu masih berlaku meski KPU sudah mengumumkan pemenang pada Selasa (21/5) dini hari.

Berdasarkan hasil hitung penuh KPU, pasangan calon nomor urut 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin, berhasil mengalahkan rivalnya, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. (mb/detik/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Loading...