Rumah Sakit BP Batam meneken nota kesepahaman dengan Dclinic International dan Deloitte South East serta JP Consulting, Kamis (23/5). Kerja sama ini mengatur manajemen proyek dan keahlian tata pemerintahan klinis dengan sistem blockchain. (Foto : republika)

Metrobatam.com, Batam – Rumah Sakit BP Batam meneken nota kesepahaman dengan Dclinic International dan Deloitte South East serta JP Consulting, Kamis (23/5).  Kerja sama ini mengatur manajemen proyek dan keahlian tata pemerintahan klinis dengan sistem blockchain. 

Teknologi berbasis blockchain (Public Healthcare Blockchain/PHB) yang ditawarkan dClinic ini merupakan rangkaian sistem terpadu dalam  penyimpanan dan pengambilan data yang aman dari konsumen atau pasien catatan kesehatan elektronik (EHR).

Dalam praktiknya PHB dClinnic akan memanfaatkan peralatan analitik data yang disediakan oleh Oracle. Implementasi dari proyek ini berupa blockchain layanan kesehatan swasta di area Batam yang ditempatkan pada pusat data yang aman yang dioperasikan oleh Otoritas BP Batam.

CEO dClinic Dr Richard Satur berharap dengan mempersatukan perusahaan-perusahaan melalui sistem blockhain dapat memberikan pelayanan kesehatan maksimal dan proaktif kepada konsumen di seluruh Indonesia. Selain itu, penerapan layanan kesehatan berbasis blockchain di RS BP Batam ini diharapkan menjadi percontohan bagi manajemen RS di seluruh Indonesia  dalam memberikan layanan kesehatan yang komprehensif.

Sementara itu Direktur RS BP Batam, Dr. Sigit Riyarto M. Kes meyakini solusi yang diberikan dClinic, apalagi dikombinasikan dengan keahlian dan fasilitas yang disediakan oleh Otoritas BP Batam dan Rumah Sakit BP Batam. Sehingga dapat mempercepat pelaksanaan pelayanan kesehatan yang efektif untuk pasien bukan hanya di Batam saja, tetapi juga  seluruh Indonesia.

Ketua Otoritas Zona Bebas Batam Indonesia (BIFZA), Edy Putra Irawadi mengapresiasi penuh kerja sama tersebut karena selaras dengan visi Batam sebagai “Show Case” bagi Ekonomi Digital Indonesia.

“dClinic akan membawa Solusi Blockchain (PHB) Kesehatan Publik pertama di Indonesia ke Premier Data Center BP Batam untuk mendukung terciptanya Zona Ekonomi Digital, Zona Medis Khusus, Pusat Logistik, dan Zona Pendidikan Khusus 4.0 di Batam,” ungkap Ketua Otoritas Zona Bebas Batam Indonesia (BIFZA), Edy Putra Irawadi.

Edy Putra Irawadi menambahkan, dClinic, Orotitas Zona Bebas Batam Indonesia dan Rumah Sakit BP Batam akan memberikan update informasi proyek secara teratur sehingga setiap perkembangan dapat diketahui bersama.Dalam prosesnya ke depan, dClinic sepenuhnya mendukung perluasan Pusat Data yang ada, termasuk peremajaan teknologi, fasilitas, manajemen, dan tenaga kerja, untuk menciptakan infrastruktur dan layanan TIK (Teknologi, Informasi dan Komunikasi) digital yang diperlukan untuk mempercepat pengembangan sektor jasa.

(Mb/Republika)

 

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Loading...