Metrobatam, Jakarta – Seorang teknisi yang bekerja dengan alat las sering disarankan untuk memakai pelindung wajah. Alasannya karena memang mengelas adalah pekerjaan dengan risiko bahaya kesehatan.

Studi terbaru yang dipublikasi di jurnal Occupational & Environmental Medicine misalya menemukan bukti asap las dapat meningkatkan risiko penyakit kanker paru-paru. Dr Denitza Blagev dari Intermountain Medical Center mengetahuinya setelah menganalisa data dari 45 studi lain dengan sekitar 17 juta partisipan.

Secara keseluruhan, orang yang bekerja sebagai tukang las atau sering terpapar asap las 43 persen lebih mungkin untuk terkena kanker paru-paru.

“Dan dengan ulasan ini, asap las dapat diklasifikasikan sebagai ‘karsinogenik’ bagi manusia,” tulis peneliti seperti dikutip dari Reuters pada Rabu (22/5/2019).

Asap las sendiri dihasilkan ketika logam dipanaskan di atas titik leburnya dan kemudian menguap dan mengembun menjadi partikel halus di udara. Campuran pasti bahan kimia di dalam uap tersebut dapat bergantung pada jenis logam yang digunakan, proses pengelasan, dan di mana pekerjaan dilakukan.

Sebagai contoh senyawa nikel dan kromium diketahui bisa menyebabkan kanker paru dan keduanya mudah ditemukan dalam asap ketika pekerja mengelas baja tahan karat. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Loading...