Metrobatam, Jakarta – Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin menyoroti soal kepergian Prabowo Subianto ke Austria. Prabowo dinilai lebih mementingkan pergi ke luar negeri ketimbang rekonsiliasi bertemu dengan Jokowi.

“Ternyata perjalanan ke luar negeri yang entah untuk apa tujuannya masih menjadi lebih prioritas dan lebih penting dibandingkan dengan kebutuhan rekonsiliasi nasional yang masih menjadi pusat perhatian masyarakat,” ujar Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf, Johnny G Plate kepada wartawan, Rabu (30/5/2019).

Johnny menyinggung soal inisiatif rekonsiliasi yang sudah berkali-kali disampaikan Jokowi. Petahana presiden itu sudah beberapa kali menyampaikan keinginannya bertemu dengan Prabowo, namun belum juga mendapatkan lampu hijau.

“Usaha dan inisiatif rekonsiliasi yang dilakukan oleh Pak Jokowi untuk merajut silaturahmi pasca pemilu telah dilakukan berulang kali namun hingga sekarang pertemuan one on one antara Pak Jokowi dan Pak Prabowo belum dapat terwujud,” kata Johnny.

“Dalam kesibukannnya menjalankan pemerintahan Pak Jokowi tetap saja berusaha menyisihkan waktu untuk bertemu Pak Prabowo karena memang rakyat menunggu dan menanti itu dengan sabar dan penuh harap. Namun hingga saat ini Pak Prabowo belum dapat menyediakan waktunya dengan berbagai alasan yang kami tentu berusaha untuk memahaminya,” sambung Sekjen NasDem itu.

Johnny menyindir soal Prabowo yang sudah berkali-kali ke luar negeri usai pelaksanaan Pilpres 2019 berlangsung. Ia mempertanyakan prioritas pasangan Sandiaga Uno itu dalam membangun bangsa.

“Masyarakat menyaksikan bahwa telah lebih dari satu kali Pak Prabowo mempunyai cukup waktu untuk bepergian keluar negeri bahkan saat ini melakukan perjalanan jauh ke Eropa. Harapan masyarakat bahwa masalah dalam negeri saat ini menjadi yang utama dan terutama masih hanya tinggal harapan,” sebut Johnny.

Anggota DPR itu mengimbau Prabowo untuk mau mementingkan rekonsiliasi pasca Pilpres 2019. Johnny berharap Prabowo bisa bertemu dengan Jokowi dalam waktu dekat tanpa menunggu vonis gugatan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK).

“Apakah EGP (emang gue pikirin) terhadap masalah dalam negeri? Apakah EGP bila Indonesia memanggil? Entah lah, rakyat tentu menanti jawabannya. Demi kebaikan bangsa, mudah-mudahan pertemuan silaturahim yang diharapkan masyarakat dapat terlaksana tanpa harus menunggu hasil akhir penyelesaian sengketa PHPU di MK. Semoga!!” tuturnya.

Seperti diketahui, saat ini Prabowo diketahui tengah pergi ke Wina, Austria. Prabowo disebut ke Austria untuk urusan bisnis, bersama sejumlah orang. Wakil Ketua Gerindra Fadli Zon mengungkap Prabowo sudah beberapa kali pergi ke luar negeri usai pencoblosan Pilpres 2019.

“Pak Prabowo itu kan bukan sekali ini ke luar negeri ya. Jadi udah biasa dalam sebulan beberapa kali ke luar negeri, memang usaha beliau, ketemu kolega, ada urusan yang lain-lain, biasa. Jadi sejak dulu juga biasa seperti itu. Cuma kali ini kok mendapat perhatian yang luar biasa, yang menurut saya agak aneh. Terutama karena ada manifes pesawatnya beredar begitu luas,” kata Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (29/5).

Fadli mengatakan kunjungan Prabowo ke Dubai dan Austria adalah hal yang biasa. Bahkan, kata dia, pasca-Pilpres 2019 ini Prabowo juga beberapa kali bertolak ke luar negeri.

“Ya itu saya kira dalam rangka pertemuan, bisnis. Beberapa waktu lalu juga sempat ke Malaysia, Thailand pasca-Pilpres juga. Pernah ke Brunei juga. Biasa aja,” ujar Fadli.

“Pak Prabowo itu kan banyak sekali kawan-kawannya. Koleganya. Yang selama ini berteman bukan kemarin sore tapi puluhan tahun,” sambung Wakil Ketua DPR itu. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Loading...