Apel Akbar Awali Aktifitas di Lingkup Pemkab Malra

Metrobatam.com, Langgur, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tengara (Malra) melaksanakan apel akbar untuk mengawali aktifitas pasca liburan hari raya Lebaran 1440 H.

Pantauan media ini, apel akbar tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Malra, M. Thaher Hanubun didampingi Wakil Bupati, Petrus Beruatwarin, dipusatkan di halaman upacara Kantor Bupati Maluku Tenggara yang baru, jalan Langgur-Debut, Senin (10/6).

Read More

Dalam arahannya, Hanubun menegaskan pentingnya peningkatan disiplin bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun Non ASN pada lingkup Pemkab Malra.

“Disiplin jangan lagi ada istilah cubit di kanan rasa di kiri, dan dipraktekkan ketika disiplin itu dilanggar. Ada waktu tertentu ketika ada yang sakit di antara kita maka kita ikut merasakan, tapi soal dispilin tidak ada toleransi,” ujarnya.

Hanubun menjelaskan, dalam Peraturan Pemerintah (PP) 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS dan Peraturan Kepala BKN Nomor 21 tahun 2010, telah diatur secara tegas dan jelas tentang disiplin PNS.

“PNS harus mengikuti kewajiban dan menghindari larangan yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan, yang apabila tidak ditaati atau dilanggar maka dijatuhi hukuman disiplin,” imbuhnya.

Menurut Hanubun, sesuai hasil evaluasi, masalah utama penegakan disiplin adalah komitmen penegakan disiplin. Lemahnya komitmen tersebut lantaran mekanisme dan tata cara penjatuhan hukuman disiplin belum dipahami secara baik oleh ASN dan pejabat yang berwenang.

“Pengendalian penegakan disiplin sangat lemah, dan juga karena benturan kepentingan (hubungan keluarga dan kepentingan subyektif), ini sangat mempengaruhi konsistensi penjatuhan hukuman disiplin,” tukasnya.

Selain itu, Bupati Hanubun juga menyinggung soal pengangkatan tenaga Non ASN di lingkup Pemkab Malra tahun 2019, dimana Organisasi Perangkat daerah (OPD) mengusulkan berapa tenaga yang diinginkan dan disesuaikan dengan jumlah anggaran.

“Kepala-kepala OPD harus ingat, tenaga yang diusulkan atau diangkat itu harus juga sesuai dengan disiplin ilmu yang dimilikinya, jangan hanya karena kedekatan-kedekatan saja,” tuturnya.

Terkait tenaga Non ASN, Hanubun menyebutkan bahwa pihaknya telah melakukan evaluasi tenaga non ASN, dan hasilnya yang ada pada saat ini. Jika nanti masih ada tambahan Non PNS maka akan dibuat evaluasi lagi dan harus memang benar-benar tenaga yang diperlukan.

“Yang paling utama saat ini yang saya ingin lihat adalah profesionalisme dalam bekerja, baik itu tenaga ASN maupun non ASN,” tandasnya.

Hanubun juga mengingatkan kepala-kepala OPD agar dapat menertibkan ASN maupun Non ASN yang lebih banyak aktif di media sosial dalam mengungkapkan ketidak puasan tentang honorer maupun jabatan-jabatan pada OPD lingkup Pemkab Malra.

“Kepala-kepala dinas saya harapkan tertibkan segera, kalau memang tidak bisa ditertibkan mundurkan diri, saya sudah tau mereka-mereka yang pernah menjanjikan saudara ataupun anggota keluarganya diterima sebagai honor, namun tidak jadi, maka bermain di media sosial dan menyampaikan tentang ketidakpuasan”, pungkasnya. (Gerald)

   
Loading...

Related posts