BNNP Kepri Ungkap Jaringan Narkotika Internasional, Sita 25,9 Kg Sabu

BNN Kepri dan Polda Kepri membongkar jaringan narkotika internasional. (Foto: Agus Siswanto Siagian/detikcom)

Metrobatam.com, Batam – Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap penyimpanan 25,9 kilogram sabu di Pulau Judah, Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau. Sabu akan dikirim ke Jawa Timur (Jatim)

Penggagalan penyelundupan narkotika ini menunjukkan bahwa mafia narkotika internasional masih menggunakan pola kuno yang memanfaatkan pulau-pulau kecil di perairan Indonesia.

Kepala BNN Provinsi Kepri Brigjen Pol Richard Nainggolan mengatakan, delapan orang itu selain menjadi penjaga, juga diduga akan menjadi kurir. Adapun asal sabu tersebut dari Malaysia.

“Hasil interogasi, target pengiriman 25,9 kilogram sabu siap diselundupkan ke Jawa Timur,” kata Richard di Kantor BNNP Kepri, Batu besar, Batam, Jumat (31/5).

Awalnya BNN menduga ada sembilan orang yang dicurigai masuk dalam jaringan itu. Setelah digerebek dan diperiksa intensif, satu orang dinyatakan tidak cukup alat bukti.

Delapan orang yang diduga jaringan internasional ini masing-masing berinisial P(35), F (19), E (27), H (32), J (42), FR (20), A (32) dan S (17). Meski diduga berafiliasi ke jaringan Internasional, namun semuanya adalah WNI.

Dijelaskan oleh Richard, pengungkapan kasus itu diawali adanya informasi penyalahgunaan narkoba di sebuah rumah di Pulau Judah, Kelurahan Moro, Kabupaten Karimun. Petugas kemudian menyelidiki.

“Setelah diselidiki dan dan diintai cukup lama, akhirnya kami yakin. Penggerebekan dilakukan, dan dari para penghuni didapati barang bukti berupa sabu siap diselundupkan ke Jatim jelang lebaran 2019,” kata Richard.

Yang dimaksud barang bukti adalah sabu dengan berat keseluruhan 25.929 gram (25,929 kg), dibungkus dalam 25 plastik teh bertuliskan huruf kanji China berwarna hijau dan 1 bungkus plastik berwarna emas.

“Delapan orang langsung kita tangkap bersama barang bukti. Barang bukti itu disembunyikan dalam sebuah speaker bermerek BGB,” terang Richard.

Related posts