BNPT Sebut Kemensos akan Tampung WNI Simpatisan ISIS

Metrobatam, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) akan memulangkan warga negara Indonesia yang menjadi simpatisan ISIS di wilayah konflik Irak dan Suriah. Mereka akan ditampung di Kementerian Sosial.

Dirjen Pencegahan BNPT Brigjen Hamli mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Sosial dan Kementerian Agama terkait pemulangan WNI simpatisan ISIS.

Read More

“Kami akan kerja sama dengan berbagai pihak, terutama Kemensos. Kami punya tempat di Kemensos yang nanti akan menampung, kemudian Kementerian Agama,” kata Hamli di Hotel Goodrich, Jakarta, Kamis (20/6).

Selain akan berkoordinasi dengan dua kementerian itu, Hamli menambahkan pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pihak akademisi karena ada hal yang harus dibenahi terkait psikologis maupun ideologi.

Hamli memprediksi para simpatisan ISIS yang kembali ke masyarakat bakal mengalami marginalisasi. BNPT pun bekerja sama dengan pihak berwajib di tempat domisili simpatisan ISIS berasal.

Dari kerja sama itu, Hamli berharap para simpatisan ISIS dapat mandiri dan bertahan di kehidupan selanjutnya.

“Nanti ketika pulang harus kita lakukan upaya agar mereka bisa mandiri,” ujarnya.

Hamli belum mengetahui persis berapa WNI simpatisan ISIS yang akan dipulangkan oleh Kementerian Luar Negeri. Pihaknya masih berkoordinasi dengan Kemenlu dan otoritas negara terkait.

Bagi WNI simpatisan ISIS yang sudah pulang ke Indonesia, kata Hamli, BNPT sudah melakukan program deradikalisasi seperti memberikan paham kebangsaan, agama, serta kemandirian agar mereka bisa bertahan hidup.

Melalui program deradikalisasi ini, mereka akan dikumpulkan menjadi satu terlebih dahulu kemudian tahap selanjutnya akan dipilah-pilah sesuai dengan hasil identifikasi sejauh mana mereka terpapar radikalisme.

Kemudian, BNPT akan melakukan edukasi, rehabilitasi dan selanjutnya dikembalikan ke tempat domisili masing-masing, berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah.

“Itu tahun kemarin sudah kita lakukan. Pemerintah daerah menyambut baik atas koordinasi dan sinergitas itu. Mereka akhirnya membantu. Jadi kita tidak bekerja sendiri,” tutur Hamli.

Pada 2017, Indonesia telah memulangkan 17 WNI yang pernah bergabung dengan ISIS di Suriah. Mereka saat ini dilaporkan masih berada dalam pengawasan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme dan otoritas keamanan lainnya.

Kemudian, pada tahun ini Kementerian Luar Negeri mengisyaratkan Indonesia masih ada kemungkinan untuk memulangkan warga Indonesia simpatisan ISIS dari wilayah konflik Suriah dan Irak. Meski begitu, mereka menyatakan hal itu harus melalui proses yang sangat rumit dan panjang.

“Apa yang kami lakukan tahun lalu saat memulangkan 17 WNI dari Suriah itu kan melalui proses yang sangat panjang,” ucap Juru Bicara Kemlu RI, Arrmanatha Nasir, dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (28/3).

“Jadi saya saat ini tidak bisa sampaikan apakah iya mereka (WNI yang saat ini berada di Suriah) akan kembali, kapan kembalinya, bagaimana kembalinya. Jadi itu adalah tahapan panjang yang harus kami lakukan,” lanjut Arrmanatha. (mb/cnn indonesia)

Loading...

Related posts