Novanto Pelesiran, Wiranto: Ada Wacana Buat Lapas Koruptor di Pulau Terpencil

Metrobatam, Jakarta – Terpidana kasus korupsi e-KTP Setya Novanto ketahuan pelesiran ke toko bangunan di Padalarang, Jawa Barat. Atas kasus ini, pemerintah berencana membuat penjara di pulau terpencil.

“Iya sudah ada pemikiran, pemikiran ke sana untuk membuat suatu lapas (lembaga pemasyarakatan) khusus untuk koruptor untuk narkotika untuk para pelaku terorisme, sudah ada pemikiran itu. Bahkan kita juga sudah memikirkan bagaimana kalau kita menggunakan pulau-pulau terpencil,” kata Menko Polhukam Wiranto di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (17/6).

Read More

Wiranto mengatakan pemerintah ingin hukum ditegakkan secara lugas dan tanpa pandang bulu. Dia mengatakan bagi pelanggar hukum mesti diberikan sanksi.

Wacana pembuatan lapas khusus bagi koruptor, teroris dan bandar narkoba di pulau terpencil ini, lanjut Wiranto, untuk memberikan efek jera. Ini juga untuk menyiasati persoalan lapas dan rutan di Indonesia yang selama ini overkapasitas.

“Kita punya pulau kalau nggak salah jumlahnya kan 17 ribu pulau, yang dihuni baru 11 ribu pulau. Masih ada 6 ribu pulau nggak dihuni. Kita banyak pulau. Kalau di pulau kan nggak bisa cuti nggak bisa ngelayap, masa mau berenang kan nggak bisa. Oleh karena itu pemikiran ke sana ada. Cuma tentunya masih perlu suatu rencana-rencana dukungan lain yang bisa mengarah ke sana,” kata dia.

Wiranto menilai kasus Novanto bisa pelesiran karena lapas dekat dengan perkotaan. Dia mengatakan penjara-penjara yang ada–salah satunya Sukamiskin–dibuat pemerintah Hindia Belanda di pinggir kota.

“Nah justru karena lokasinya masih di dalam kota bisa pelesiran. Nah ini juga masalah mentalitas sebenarnya tapi kalau lokasinya jauh dari tempat pelesiran, mau pelesiran ke mana? Pulau-pulau terpencil sana mau berenang? Saya katakan tadi, nggak mungkin loh, atau menyewa perahu nggak mungkin,” tutur Wiranto.

Sebelumnya, Novanto tepergok pelesiran ke toko bangunan yang berada di Padalarang, Jawa Barat. Dalam foto yang beredar, Novanto tampak mengenakan kemeja lengan pendek, kepalanya memakai topi hitam dan wajahnya ditutup masker.

Dalam foto itu, Novanto tampak berbincang dengan seorang wanita berjilbab yang tengah menenteng tas berwarna merah yang diduga istrinya Setnov.

Atas kejadian ini, Novanto dipindahkan dari Lapas Sukamiskin ke Rutan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Sel Novanto Dipantau CCTV

Kepala Rutan (Karutan) Gunung Sindur, Agus Salim menyebut sel yang ditempati Novanti dipantau kamera pengintai atau CCTV.

“Ini kan rutan high risk, ada 350 CCTV untuk pengamanan. Ini kan one man one cell. Jadi setiap sel ada (CCTV). Itu sudah hampir satu tahun lima bulan,” ujar Agus, Senin (17/6/2019) seperti dilansir Antara.

Rutan Gunung Sindur ini mayoritas dihuni narapidana kasus teroris, sehingga, menurut Agus, pengamanan menjadi suatu yang diperhatikan. Terlebih, pascakerusuhan di Rutan Mako Brimob, Depok, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Setelah kejadian itu, Agus mengaku berinisiatif memasang CCTV di seluruh sel Rutan Gunung Sindur. Menurutnya, hanya beberapa rutan yang difasilitasi CCTV.

“Kalau ada gerak-gerik yang mencurigakan itu ketahuan. Kalau melakukan hal-hal aneh itu banyak. Karena yang namanya teroris itu raja bohong,” kata Agus.

Sebelumnya diberitakan, Novanto dipindahkan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin setelah tepergok pelesiran ke sebuah toko bangunan di kawasan Padalarang, Bandung. Mantan Ketum Golkar itu dipindahkan pada Jumat (14/6) malam. (mb/detik)

   
Loading...

Related posts