Qomar Akui Bikin Sendiri Surat Lulus S2-S3 Demi Jadi Rektor

Metrobatam, Brebes – Pelawak Nurul Qomar yang terseret kasus pemalsuan surat keterangan lulus (SKL) Magister (S2) dan Doktor (S3) mengaku bila perbuatannya dilakukan sendiri tanpa melibatkan orang lain. Qomar pun ditangkap kepolisian atas sangkaan pemalsuan ijazah atau surat keterangan lulus.

Pengakuan ini disampaikan kepada penyidik Polres Brebes yang memeriksa Qomar usai penangkapan di rumahnya di Jalan Akasia Raya Perumnas Bumi Arum, Cirebon, pada Senin (24/6).

Read More

“Yang bersangkutan ngakunya sih buat sendiri, desain dan ngeprint sendiri. Tidak pakai jasa atau bantuan orang lain,” kata Kasat Reskrim Polres Brebes AKP Tri Agung Suryomicho.

Dengan modal surat keterangan lulus Magister (S2) dan Doktor (S3) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) palsu, Qomar berhasil diangkat menjadi Rektor Umus, Brebes oleh Yayasan pada 1 Februari 2017.

Pada bulan November 2017, saat memimpin wisuda, pihak Yayasan mulai curiga karena Qomar tak kunjung dapat menunjukkan soal ijazah S2 dan S3 miliknya.

Puncaknya, pihak Kampus mendapat jawaban dari UNJ bila Qomar berstatus mahasiswa non aktif dan belum menyelesaikan program Studi Magister dan Doktor.

“Dengan surat keterangan lulus palsu itu yang bersangkutan sudah sempat diangkat jadi Rektor pada Februari 2017. Sampai akhirnya bulan November, pihak kampus curiga dan akhirnya terbongkar perbuatannya,” terang Tri Agung.

Dalam penyidikan, berkas perkara Qomar sudah dinyatakan lengkap oleh kejaksaan. Alhasil dalam waktu dekat berkas perkara dan tersangka akan dilimpahkan polisi ke Kejaksaan Negeri Brebes.

Catatan Redaksi: Judul artikel ini diubah pada pukul 11:57 WIB untuk mengoreksi keterangan ijazah menjadi surat keterangan lulus. Dengan demikian kekeliruan telah kami koreksi.

Kampus Umus Tunjukkan Dokumen

Proses hukum kasus dugaan pemalsuan ijazah palsu yang dilakukan oleh pelawak Nurul Qomar masih berlanjut. Pengacara pelapor dari Universitas Muhadi Setiabudi (Umus) Brebes mendatangi kantor Kejari sambil membawa dokumen untuk bukti.

“Semua dokumen itu lengkap. Kami bawa surat klarifikasi dari UNJ, SKL S-2, S-3 dan CV,” ujar pengacara Umus Brebes, Tobidin, Brebes, Selasa (26/6/2019).

Tobidin menjelaskan bahwa pada surat hasil klarifikasi pihak UNJ ditegaskan bahwa Qomar dinyatakan belum lulus S-2 dan S-3.

“SKL ini dilampirkan sebagai syarat saat akan mencalonkan diri sebagai Rektor Umus,” kata Tobidin.

Menurut Tobidin, dokumen ini untuk menegaskan kepada masyarakat, bahwa telah terjadi dugaan pemalsuan ijazah yang dilakukan oleh Qomar.

Qomar sebelumnya juga telah tiba di Kantor Kejari Brebes. Sebelum kasusnya dilimpahkan ke kejaksaan, Qomar menjalani pemeriksaan kesehatan.

Tampak santai saat tiba di Kejari Brebes, Qomar tak menjawab pertanyaan wartawan soal kasus yang memebelitnya. Dia lebih memilih untuk menjelaskan kondisi kesehatannya.

“Cek kesehatan dulu, kata dokter ahli asma, saya harus mendapatkan nebu. Doain saya,” ujar Qomar.

Sementara manager Nurul Qomar, Dodi mengungkapkan, Qomar sempat dipulangkan ke rumah dari Polres Brebes karena alasan kesehatan. Ternyata, pelawak senior itu mempunyai riwayat asma akut.

“Ya kalau secara fisik sih sehat, kalau asma itu kadang-kadang kambuh, kadang nggak. Beliau punya riwayat asma akut beberapa tahun lalu,” ujar Dodi.

Memang, belakangan ini Dodi mengatakan kalau asma Nurul Qomar sering kambuh. Meskipun begitu, pagi tadi ia sudah bisa berangkat ke Kejaksaan Negeri Brebes untuk dilimpahkan.

“Akhir-akhir ini 2-3 bulan sering kambuh,” sambung Dodi.

Kini, Nurul Qomar sedang menjalani tes kesehatan di Kejari Brebes sebelum benar-benar dilimpahkan. (mb/detik)

 

Loading...

Related posts