Tradisi Mudik Lebaran Ala Orang Minang “Pulang Basamo”

Metrobatam.com, (Mb) – Mudik atau pulang kampung telah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia menjelang hari raya keagamaan. Momen mudik paling besar di Indonesia biasanya terjadi saat Lebaran Idul Fitri.

Hampir semua masyarakat Indonesia memanfaatkan momentum mudik Idul Fitri ini untuk bertemu dengan sanak famili di kampung halaman. Namun ada tradisi mudik tersendiri yang dilakukan Masyarakat Minangkabau dari Sumatera Barat.

Masyarakat Minang sangat dikenal dengan kebiasaan merantaunya sejak dahulu kala, tak hayal momentum mudik lebaran menjadi waktu yang tepat untuk melepas rindu bertemu sanak famili di ranah minang.

Namun ada cara mudik yang berbeda dilakukan orang minang. Mereka melakukan mudik secara beramai-ramai dengan orang-orang yang berasal dari kampung yang sama (daerah di Sumatera Barat) dan dikenal dengan istilah ‘Pulang Basamo’.

Pulang Basamo sering diadakan oleh serikat atau perkumpulan orang minang diperantaun yang biasanya berasal dari satu kampung. Seperti SAS (Sulit Air Sepakat), IKA (Ikatan Keluarga Kacang), IKS (Ikatan Keluarga Sumanik), IWS (Ikatan Warga Saniang Baka) dan masih banyak lagi perkumpulan perantau dari setiap daerah di Sumatera Barat.

Biasanya mereka melakukan ‘Pulang Basamo’ melalui jalur darat dengan menggunakan bus dan mobil pribadi yang dilengkapi atribut ‘Pulang Basamo’ dengan perjalanan yang dilakukan dalam waktu yang bersama.

Makna kegiatan ‘Pulang Basamo’, bagi para perantau adalah mempererat rasa kesatuan dan kekeluargaan warga perantau di tanah rantau.

Tak hanya itu mereka juga melakukan iuran untuk kampung halaman membantu pembangunan dan acara di kampung halaman. Selain itu kebahagian berkumpul bersama sanak saudara di kampung adalah tujuan utama.

(covesia.com)

Related posts