Zulhas Sebut Koalisi Adil Makmur Berakhir, PAN Tentukan Arah Politik Akhir Juli

Metrobatam, Jakarta – Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, mengatakan Koalisi Adil dan Makmur telah berakhir pasca ditolaknya permohonan gugatan hasil Pilpres 2019 yang diajukan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno oleh Mahkamah Konstitusi (MK).

“Saya tadi lama di tempat Pak Prabowo dari setengah dua sampai setengah lima (sore),” ujar Zulkifli, seperti yang dikutip dari Antara, Kamis (27/6).

Read More

“Pak Prabowo tadi menyampaikan ke saya dengan berakhir putusan MK, maka koalisi sudah berakhir.”

Zulhas, sapaan akrabnya, menambahkan bahwa Prabowo juga mempersilakan kepada partai-partai di Koalisi Adil dan Makmur untuk mengambil inisiatif sendiri terkait dengan langkah ke depan.

“Silakan partai-partai mengambil inisiatif sendiri,” kata Zulhas menirukan Prabowo.

Zulhas mengungkapkan PAN akan segera melakukan rapat internal untuk menentukan langkah dan sikap partai ke depan.

Ia mengatakan rapat internal itu akan dilakukan dalam waktu dekat. “Nanti akan ditentukan waktunya,” kata Zulhas.

PAN rencananya akan menggelar rapat kerja nasional (rakernas) pada akhir Juli atau awal Agustus 2019. Rakernas digelar untuk menentukan sikap politik PAN lima tahun ke depan.

“Partai Amanat Nasional akan melaksanakan rakernas pada akhir Juli atau awal bulan Agustus tahun ini, di mana kita kemudian akan menetapkan arah politik PAN ke depannya,” kata Sekjen PAN Eddy Soeparno di Jalan Daksa I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (27/6/2019).

PAN akan menentukan beberapa opsi menjelang rakernas. Salah satunya menunggu hasil pertemuan Prabowo Subianto dengan pimpinan parpol Koalisi Indonesia Adil Makmur besok.

“Sebagaimana disampaikan oleh Pak Prabowo, Koalisi Indonesia Adil Makmur akan bertemu besok siang, untuk membahas bagaimana kelanjutan koalisi ini, apakah kita akan masih tetap berlanjut bekerja sama sebagaimana kita lakukan selama ini dengan baik ataukah kita diberi kesempatan untuk berjalan sendiri-sendiri,” ujar Eddy.

Eddy menjelaskan kondisi pilpres saat ini berbeda dengan 2014. Pada 2014, Jokowi-Jusuf Kalla (JK) memenangi pilpres, namun komposisi di parlemen masih didominasi Koalisi Merah Putih, yang mengusung Prabowo-Hatta Rajasa. Karena itulah, kata Eddy, PAN saat itu memutuskan bergabung ke pemerintahan untuk perimbangan kekuatan di parlemen.

“Nah, saat ini berbeda, koalisi yang memenangkan Jokowi dan Ma’ruf sudah mayoritas, jadi tidak ada keperluan bagi PAN untuk menyeberang dan menguatkan posisi pemerintah di parlemen. Oleh karena itu, kita akan bahas berbagai opsi yang kita buka, opsi seluas-luasnya di rakernas nanti untuk menentukan arah politik kita lima tahun ke depan,” jelas Eddy.

“Dan kita akan konsisten ketika sudah menetapkan arah politik itu, kita konsisten untuk menekuninya sampai 2024,” imbuhnya.

Saat ditanya apakah PAN akan cenderung menjadi oposisi bersama Gerindra dan PKS, Eddy tak ingin berandai-andai karena belum juga mengetahui sikap politik kedua partai tersebut. Ia kembali menegaskan PAN akan menentukan sikap politiknya dalam rakernas mendatang.

“Oleh karena itu, biarkan kami nanti menyelesaikan hasil kajian kita untuk kemudian kita bawa ke rakernas dan kemudian ditetapkan. Apakah itu nanti akan bersikap sama dengan Gerindra dan PKS maupun Partai Demokrat, itu kita tidak tahu. Kita lihat saja ke depannya bagaimana. Tetapi saya kira yang paling penting itu kita tentukan dulu arah koalisi ini ke depannya, yang akan insyaallah kita bahas dan kita tentukan besok siang,” tegasnya.

Eddy tak menampik jika ada dinamika perbedaan pandangan di kalangan internal PAN terkait sikap politik partai ke depan. Namun Eddy menyatakan PAN akan mengambil opsi terbaik.

“Saya kira ke depannya nanti kita akan kaji opsi yang terbaik. Dan saya kira opsi yang sudah ada kelihatan di depan mata, tinggal bagaimana kita mempertajam mana yang terbaik bagi PAN, dan tujuannya adalah bagaimana kita mendapatkan opsi terbaik agar ke depan tahun 2024 bisa mendapatkan hasil elektoral terbaik dan bisa mendapatkan kepercayaan masyarakat selama 5 tahun yang akan datang ini,” tuturnya. (mb/cnn indonesia/detik)

Loading...

Related posts