Biadab, Perempuan Asal Bandung Dimutilasi dan Dibakar Kekasihnya

Metrobatam, Banyumas – Korban mutilasi yang potongan tubuhnya ditemukan di Desa Watuagung, Kecamatan Tambak, Banyumas, Jawa Tengah merupakan warga Bandung. Polisi berhasil menangkap pelaku.

Polisi juga telah melakukan olah TKP dan penyelidikan di lokasi lain untuk menemukan potongan tubuh korban lainnya. Pelaku membakar korban untuk menghilangkan jejaknya di beberapa lokasi.

Read More

“Untuk korban sendiri ini merupakan warga Bandung yang sekarang (potongan tubuhnya) sudah kita kirim ke Jakarta, ke Rumah Sakit Polri untuk melakukan pengambilan DNA-nya,” kata Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun kepada wartawan dilokasi penemuan potongan tubuh kedua, Kamis (11/7/2019).

Dia mengatakan keluarga korban juga sudah dihubungi untuk bersama-sama menuju Rumah Sakit Kramat Jati untuk diambil sampel DNA dan di cocokkan dengan identitasnya.

“Identitas nanti kita ungkapkan, untuk inisialnya korban KW, merupakan seorang ibu rumah tangga berusia 51 tahun. Motif hubungan asmara, perkenalannya melalui media sosial Facebook,” jelasnya.

Kasus pembunuhan ini sendiri, lanjut Bambang memang ini sudah direncanakan oleh pelaku karena ada tuntutan dari korban untuk dinikahi. Hubungan tersebut sudah terjalin mulai dua bulan lalu.

“Ada kekhawatiran dan ketakutan dari pelaku karena sudah punya istri dan punya anak, sehingga diambil jalan pintas kemudian setelah dibunuh. Mobil milik korban juga dijual untuk dimiliki oleh si tersangka,” jelasnya.

“Karena si perempuan ini diminta oleh tersangka untuk bawa BPKB nya. Untuk memudahkan dia langsung menjual mobil jenis Toyota Rush dengan pelat D atau pelat Bandung,” tuturnya.

Bunuh Korban Mutilasi di Puncak Bogor

Pelaku membunuh korban KW di Puncak Bogor, Jawa Barat. Pelaku juga seorang residivis kasus penculikan di Kota Purwokerto, Jawa tengah 2016 lalu. Pelaku juga belum lama keluar dari penjara.

“Untuk pengakuan sementara lokasi pembunuhan di daerah Puncak Bogor, Jawa Barat. Dari sana dia langsung menuju ke sini, ke Gombong, Kebumen dan proses pemotongan mayatnya atau mutilasinya dilakukan di perjalanan,” kata Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun kepada wartawan dilokasi, Kamis (11/7/2019) malam.

“Sambil jalan dia menepi langsung dipotong-potong. Disitu baru di Gombong ini dibuang dan dibakar dilokasi,” lanjut Bambang Yudhantara.

Dia mengatakan lokasi pembakaran potongan tubuh tersebut pertama kali dilakukan di goron- gorong jalan raya Klampok-Sempor, Kebumen. Setalah itu, pelaku kembali membuang dan membakar potongan tubuh lainnya di Desa Watuagung, Kecamatan Tambak, Banyumas. Pelaku membakar potongan tubuh korban dengan ban mobil.

“Perbuatan yang di sini yang pertama. Dilakukan pembakaran di sini, kemudian setelah itu dia baru masuk ke TKP yang kedua di wilayah di TKP Tambak yang jaraknya tidak jauh dari rumah tersangka, sekitar jarak 2 km dari TKP yang pertama kita temukan,” jelasnya.

Dari hasil temuan digorong-gorong jalan penghubung Klampok-Sempor tersebut ditemukan potongan tubuh lainnya seperti, tulang pinggul, tukang rusuk dan potongan tubuh lainnya.

“Sudah lihat di situ ada tulang pinggul, kemudian juga tulang-tulang, bonggol-bonggol tulang lainnya juga, ada tulang rusuknya. Jadi memang semua ada di sini kecuali kepala (TKP Tambak), dibakar habis,” ujarnya.

Berdasarkan pengakuannya, aksi membakar potongan tubuh korban tersebut dilakukan pada malam hari. Kemudian pada pagi harinya, tersangka menuju Desa Watuagung untuk membakar potongan lainnya.

“Pengakuannya seperti itu, malam hari dia di sini (jalan raya Klampok-Sempor), pagi baru geser kesana (Desa Watuagung). Di sini sekitar Senin dini hari. Disini dibakar oleh dia tapi tidak sampai habis, dia langsung bergeser ke TKP yang pertama (Desa Watuagung) kita temukan,” jelasnya.

Pihaknya hingga saat ini masih fokus untuk mencari lokasi pembuangan-pembuangan potongan tubuh yang lainnya agar dapat dianalisis lebih dalam. Polisi bersama tim Inafis masih terus melakukan olah TKP. (mb/detik)

Loading...

Related posts