Gubernur Kepri Kena OTT, Kemendagri: Kalau Ditahan, Wagub Jadi Plt

Metrobatam, Jakarta – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun diamankan KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT). Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengatakan wakil gubernur akan menjadi pelaksana tugas jika Nurdin sudah ditahan.

“Agar pelayanan tidak terganggu, bila gubernur ditahan, maka wagub akan menjadi plt gubernur,” kata Plt Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri, Akmal Malik saat dihubungi, Rabu (10/7/2019). Wakil Gubernur Kepri Saat ini ialah Isdianto.

Read More

Akmal mengatakan saat ini Kemendagri memantau perkembangan kasus OTT Gubernur Kepri. Kemendagri akan terus mencermati status Nurdin.

“Kita masih cermati perkembangannya ya. Kita masih terus mencermati status yang bersangkutan,” ucap Akmal.

Kapuspen Kemendagri Bahtiar menyebut status Gubernur Kepri Nurdin Basirun akan diganti pelaksana tugas jika resmi ditahan. “Pasal 65 ayat 4 dan 5 serta pasal 66 UU Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemda,” ucap Bahtiar merujuk aturan soal status kepala daerah yang terjerat hukum.

OTT yang menjerat Nurdin Basirun diduga soal transaksi suap terkait pemberian izin lokasi untuk rencana reklamasi di Provinsi Kepulauan Riau. KPK juga mengamankan uang SGD 6.000 dalam OTT.

Sementara itu Rumah dinas Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun di Gedung Daerah Tepi Laut Kota Tanjungpinang, Rabu malam (10/6) terpantau sepi usai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap kepala daerah tersebut.

Dikutip dari Antara, tak ada aktivitas apa pun di sekitar rumah tersebut.

Halaman parkir kendaraan roda empat yang biasanya digunakan untuk memarkir kendaraan dinas gubernur juga terpantau kosong. Hanya tampak seorang petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang sedang berjaga-jaga di pos penjagaan di pintu masuk.

“Pak Gubernur tak ada di rumah, keluar sejak Magrib tadi,” kata pria tersebut.

Terkait Izin Rencana Reklamasi

KPK menyebut OTT ini terkait izin lokasi reklamasi. “Terkait izin lokasi rencana reklamasi,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Rabu (10/7/2019).

Ada enam orang yang diamankan. Namun Febri belum menjelaskan identitas keenam orang itu.

Pihak yang diamankan dibawa ke Polres Tanjungpinang. KPK punya waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan.

KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun dan mengamankan SGD 6.000. Duit itu diduga bukan penerimaan pertama.

“Ya (bukan penerimaan pertama),” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, Rabu (10/7/2019).

Febri mengatakan ada enam orang yang diamankan dalam OTT ini. Dia menyebut OTT ini terkait izin rencana reklamasi.

Hingga saat ini keenam orang itu masih berstatus sebagai terperiksa. KPK punya waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan. (mb/detik)

   
Loading...

Related posts