Jokowi Umumkan Lokasi Ibu Kota Baru RI Tahun Ini, Contek Brazil

Metrobatam, Jakarta – Pemindahan ibu kota negara baru dimulai pada tahun 2024. Di mana pemerintah akan belajar dari negara-negara yang telah berhasil melakukannya seperti Brasil, Malaysia, hingga Pakistan.

Lalu kapan pemerintah Indonesia mulai belajar atau studi banding ke negara-negara tersebut?

Read More

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Kepala Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengungkapkan pemerintah saat ini masih fokus untuk melakukan kajian-kajian.

“Ya pasti ada (study banding) tapi nanti, yang penting kita fokus pada kajian lokasi,” kata Bambang di Kantor Bappenas, Jakarta, Rabu (10/7/2019).

Proses pemindahan ibu kota negara pada tahun 2019 sebagai keputusan, tahun 2020 sebagai proses perencanaan, tahun 2021-2023 proses pembangunan, dan tahun 2024 mulai memindahkan pusat pemerintahan.

Bambang mengungkapkan, keputusan mengenai lokasi ibu kota negara yang baru akan diumumkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) tahun ini. Sejauh ini, Pulau Kalimantan menjadi pilihan terdekat pemerintah. Hanya saja mengenai lokasinya belum diputuskan.

Ada dua provinsi yang paling sering disebut pemerintah di Kalimantan, yakni Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. “Pengumumannya oleh Presiden tahun ini,” jelas Bambang.

Bakal Contek Cara Brasil

Bambang mengatakan Indonesia akan belajar dari negara-negara yang sudah berhasil merealisasikan wacana tersebut. Beberapa negara sahabat yang berhasil memindahkan ibu kotanya adalah, Brasil, Malaysia, Korea Selatan, Kazakhstan, Australia, Nigeria, hingga Pakistan. Lalu apa yang akan dipelajari oleh Indonesia?

“Ya itu tadi, Brasil itu contoh mendesain kotanya, bagaimana kemudian proses pemindahannya,” jelasnya.

Pemerintah juga akan mempelajari lebih lanjut mengenai hal negatif yang dialami negara-negara yang sudah lebih dulu memindahkan ibu kota negaranya.

“Pasti ada positif dan negatifnya. Nah itu yang kita pelajari. Yang positifnya kita ambil, yang negatifnya kita hindari,” ujar dia.

Mantan Menteri Keuangan itu menyebutkan saat ini pemerintah masih memperdalam kajian penetapan lokasi calon ibu kota negara yang baru. Setidaknya ada dua provinsi di Kalimantan yang menjadi calon kuat lokasi ibu kota baru, yaitu Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Kalimantan Timur (Kaltim). Sebelumnya Jokowi juga sudah mengunjungi Kalteng dan Kaltim untuk menjajaki lokasi ibu kota baru.

Menurut Bambang, pemerintah juga membuka lebar-lebar untuk melakukan studi banding ke negara sahabat seperti Brasil yang sudah berhasil memindahkan ibu kotanya dari Rio De Janeiro ke Brasilia.

Hanya saja, kata Bambang, saat ini pemerintah masih fokus dalam penyelesaian kajian penetapan lokasi calon pengganti DKI Jakarta sebagai ibu kota.

“Ya pasti ada (studi banding) tapi nanti, yang penting kita fokus pada kajian lokasi,” kata Bambang. (mb/detik)

   
Loading...

Related posts