Kenang Korban Mutilasi Banyumas, Kemenag Bandung: Korban Disiplin dan Enerjik

Metrobatam, Bandung – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bandung tak menyangka salah satu pegawainya Komsatun Wachidah (51) meninggal dengan cara mengenaskan. Komsatun dikenal sebagai pegawai yang disiplin selama bekerja.

“Dia orangnya disiplin artinya bekerja tepat waktu, datang tepat waktu, kalau pulang sore. Kepribadian dan tugasnya bagus, enggak ada masalah,” ucap Kepala Kemenag Kota Bandung, Yusuf, saat ditemui di Kantor Kemenag, Kota Bandung, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Jumat (12/7/2019).

Read More

Hal serupa diungkapkan Kasubbag TU Kemenag Kota Bandung Mimin Sutisna. Dia mengenal Komsatun sebagai pribadi yang supel dan mudah akrab.

“Supel dan energik dari sisi kerja juga disiplin dan penuh tanggung jawab sama di sini juga akrab,” tuturnya.

Komsatun sudah lama berstatus PNS. Bahkan, di Kemenag Kota Bandung, Komsatun termasuk pegawai senior. “Dia staf di bagian seksi Bimas Islam,” kata Mimin.

Mimin sendiri tak menyangka saat mendapat kabar Komsatun diduga menjadi korban mutilasi. Untuk langkah selanjutnya, Kemenag akan berkoordinasi dengan suami Komsatun yang saat ini masih di RS Polri Kramat Jati untuk tes DNA.

“Semua sangat tidak menyangka,” katanya.

Meski begitu untuk memastikan apakah korban mutilasi di Kabupaten Banyumas itu benar KW atau bukan, pihak keluarga akan melakukan tes DNA. Uji DNA tersebut akan dilakukan oleh petugas Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri.

“Pada intinya kami juga belum 100 persen mengiyakan. Karena kepastian hukum belum menerima. Ini berdasarkan berita dari media sedang ditampung,” kata Mimin.

Mimin menjelaskan ciri-ciri yang menguatkan bahwa korban merupakan karyawan Kemenag Bandung berdasarkan keterangan dari pihak keluarga korban. Menurut suaminya, KW pergi sejak Minggu (7/11) lalu membawa sebuah mobil.

“Terakhir kerja juga hari Jumat minggu kemarin. Lalu Senin tidak ada, suaminya juga sampai mencari-cari,” ujarnya.

Polres Banyumas terus melakukan penyelidikan atas temuan potongan tubuh terbakar di kolong saluran air Desa Watuagung, Kecamatan Tambak, Banyumas, sejak Senin (8/7) petang.

Polres Banyumas dibantu warga dan polisi kehutanan, kembali menyisir lokasi kejadian untuk menemukan potongan tubuh lainnya. Polres Banyumas juga berkoordinasi dengan Polres Banjarnegara serta meminta bantuan Mabes Polri.

Setelah penyelidikan selama empat hari, polisi berhasil meringkus pelaku, di Purwokerto, Kamis (11/7) malam.

Informasi dihimpun pelaku diketahui berinisial DP dan merupakan residivis. Sementara ini diduga motif DP menghabisi korban karena hubungan asmara dan mengambil barang berharga seperti mobil milik korban. (mb/detik/cnn indonesia)

Loading...

Related posts