Koalisi Jokowi-Ma’ruf Sepakat Bikin Satu Paket Pimpinan MPR

Metrobatam, Jakarta – Politikus PDI Perjuangan Pramono Anung menyatakan partai koalisi Joko Widodo-Ma’ruf Amin akan membuat satu paket calon pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) periode 2019-2024. Komposisi calon pimpinan MPR bakal dibahas bersama partai koalisi.

“Pasti koalisi pemerintahan jadi satu paket,” kata Pramono di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (23/7).

Read More

Pramono mengungkapkan paket calon pimpinan MPR yang disusun oleh Jokowi-Ma’ruf akan memasukkan satu anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Namun, ia belum bisa memastikan siapa saja partai yang masuk dalam paket calon pimpinan MPR itu.

“Mengenai siapa yang akan menjadi ketua MPR, siapa yang akan diajak dalam komposisi itu, sekarang dalam tahap pembicaraan itu. Mengenai siapanya belum sampai di sana,” ujarnya.

Partai koalisi Jokowi-Ma’ruf yang berhasil mendapatkan kursi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 2019-2024 adalah PDI Perjuangan, Golkar, PKB, NasDem, dan PPP.

Pramono tak keberatan dengan Partai Gerindra yang menginginkan kursi ketua MPR. Menurutnya, koalisi Jokowi-Ma’ruf akan bulat menentukan calon pimpinan MPR selanjutnya.

“Koalisi pemerintahan pasti akan bulat menentukan satu suara (calon pimpinan MPR). Karena suara kita di DPR itu 62 persen,” kata pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Kabinet itu.

Melihat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MD3, dalam Pasal 427C tertulis pimpinan MPR terdiri satu orang ketua dan empat wakil ketua.

Kemudian pimpinan MPR dipilih dari dan oleh anggota MPR dalam satu paket yang bersifat tetap. Bakal calon pimpinan MPR berasal dari fraksi dan/atau kelompok anggota disampaikan di dalam sidang paripurna.

Masing-masing fraksi dan anggota kelompok dapat mengajukan satu orang bakal calon pimpinan MPR.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai NasDem Johnny G. Plate memprediksi proses pemilihan pimpinan MPR periode 2019-2024 akan memunculkan dua paket calon yang diajukan oleh masing-masing fraksi di DPR dan kelompok anggota DPD.

“Karena undang-undang MD3 mensyaratkan lima pimpinan dan selalu ada DPD di dalamnya, kebetulan fraksi di DPR ada sembilan maka dia berpotensi dua paket,” kata Johnny di Kantor DPP NasDem, Jakarta, Senin (22/7).

Paket calon pimpinan MPR yang berisi lima orang itu diajukan dari masing-masing fraksi di DPR dan kelompok anggota DPD.

Johnny menyatakan paket calon pimpinan MPR itu nanti akan dipilih dalam sidang paripurna, untuk kemudian dipilih oleh anggota MPR. (mb/cnn indonesia)

Loading...

Related posts