Pengacara Sebut Habib Rizieq ‘Dijebak’ Bendera Tauhid, Ini Kata Istana

Metrobatam, Jakarta – Pengacara Habib Rizieq Syihab, Sugito Atmo Prawiro menyebut kliennya terhalang pulang ke Indonesia salah satunya karena sempat ‘dijebak’ kasus pemasangan bendera tauhid. Pihak Istana angkat bicara.

Bendera tauhid yang dimaksud yakni pemasangan bendera tauhid berlatar hitam yang dianggap menyerupai bendera ISIS di dinding rumah Habib Rizieq sehingga membuat kepolisian Saudi sempat memeriksa imam besar FPI itu. Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin menegaskan pemerintah tak pernah menghalangi Habib Rizieq pulang.

Read More

“Dari awal kan sudah selalu kita bilang bahwa yang pasti untuk beliau pulang ke Tanah Air itu tidak ada satu institusi di negeri ini pun yang menghalangi beliau kembali ke Tanah Air. Bahwa kalau ada urusan, ada masalah yang terkait di luar negeri, monggo, baik di luar negeri maupun Tanah Air, ya kita berharap HRS bisa menghadapinya, menyelesaikannya dengan baik,” kata Ngabalin saat dihubungi, Rabu (10/9/2019).

Ngabalin menegaskan tak ada satu institusi pun yang menghalangi maupun melarang Habib Rizieq pulang ke Indonesia. Jika Habib Rizieq bermasalah di luar negeri, Ngabalin meminta pemerintah tak dikait-kaitkan.

“Bahwa ada masalah di luar negeri tentu jangan dikaitkan dengan pemerintah maupun dengan urusan dalam negeri. Silakan saja, silakan saja, karena urusan luar negeri itu sama sekali tidak ada urusannya dengan campur tangan dengan pemerintah Indonesia, apalagi ada yang kerjain. Berprasangka baik atau berhusnuzan itu adalah ciri dasar dari orang-orang mukmin. Janganlah dikait-kaitkan dengan pemerintah maupun urusan dalam negeri,” ucap Ngabalin.

Soal pengacara Habib Rizieq yang menganggap kliennya diusili dengan urusan bendera tauhid, Ngabalin mengaku keheranan. Dia menegaskan pemerintah tak mengurusi urusan luar negeri negara lain.

“Masa pemerintah bisa campur tangan urusan dalam negeri di negara orang? Presiden dan pemerintah konsentrasi mengurus dan bekerja dengan sekuat tenaga melayani kepentingan rakyat, melayani kepentingan bangsa dan negara dalam negeri,” ucap Ngabalin.

Perkara Sepele

Ketua Harian Dewan Masjid Indonesia (DMI) Syafruddin ikut bersuara soal polemik pemulangan Rizieq Shihab. Menurutnya pemulangan Rizieq Shihab merupakan perkara sepele yang mestinya tak perlu dipermasalahkan.

“Jangan terlalu hal-hal yang sepele yang tidak perlu dimasalahkan jadi masalah,” ujar Syafruddin di kantor DMI, Jakarta, Rabu (10/7).

Syafruddin berkata kepulangan Rizieq tergantung dari kemauan yang bersangkutan. “Kepulangan Rizieq, kan, enggak ada masalah. Karena itu tergantung Habib Rizieq sendiri. Kan, tidak ada masalah kapan mau pulang. Tentang kepulangannya kan enggak ada masalah,” tuturnya.

Rizieq Shihab sampai saat ini masih bermukim di Arab Saudi. Belakangan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengakui bahwa pemulangan imam besar Front Pembela Islam itu merupakan salah satu syarat mewujudkan rekonsiliasi dengan kubu Jokowi-Ma’ruf Amin.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan syarat lain dari rekonsiliasi adalah pembebasan sejumlah pendukung Prabowo-Sandi yang sempat ditahan beberapa waktu terakhir.

Menurutnya, syarat-syarat itu merupakan bagian dari proses agar perbedaan pendapat atau pandangan yang tajam di tengah masyarakat selama Pilpres 2019 dapat dikendurkan.

“Keseluruhan bukan hanya itu [pemulangan Rizieq], tapi keseluruhan. Kemarin-kemarin banyak ditahan-tahanin ratusan orang,” kata Muzani kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta pada Selasa (9/7).

Syafruddin tak mau mengomentari syarat rekonsiliasi itu. Dia beralasan tidak mengurusi masalah tersebut.

“Saya tidak tahu (syarat rekonsiliasi), saya nggak pernah menangani itu. Kalau anda tanya kepulangan ya biasa biasa saja. Habib Rizieq warga negara Indonesia,” katanya. (mb/cnn indonesia/detik)

   
Loading...

Related posts