Perempuan di Blitar Hina Jokowi Mumi, TKN: Belum Move On!

Metrobatam, Jakarta – Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin menyesalkan soal hinaan Presiden Jokowi mumi yang diunggah seorang warga Blitar dengan akun Aida Konveksi di Facebook. TKN menilai ada sebagian masyarakat yang belum move on atas hasil Pilpres 2019.

“Kami sangat menyesalkan hal tersebut. Hal ini menandakan bahwa di (kalangan) bawah belum move on dengan hasil politik,” kata anggota TKN Jokowi-Ma’ruf, Achmad Baidowi, kepada wartawan, Selasa (2/7/2019).

Read More

Menurut pria yang akrab disapa Awiek itu, sudah tidak ada lagi pembeda antara 01 dan 02. Ia mengingatkan soal persatuan bangsa.

“Tak ada lagi 01 dan 02, tak ada lagi Cebong dan Kampret. Yang ada satu Indonesia untuk persatuan Indonesia,” ujarnya.

Ia pun mendukung polisi mengusut kasus ini. Awiek berbicara tentang supremasi hukum.

“Ketegasan polisi dalam menegakkan supremasi hukum harus dilakukan. Salah satu hal penting dalam demokrasi adalah menjunjung tinggi supremasi hukum,” tegas Awiek.

Hal senada disampaikan anggota Dewan Pakar DPP NasDem, Teuku Taufiqulhadi. Menurut dia, apa yang disampaikan akun Aida Konveksi itu tidak bisa dikategorikan sebagai kritik, melainkan murni sebuah hinaan.

“Saya tegas, ini bukan kritikan, tapi ini menghina orang lain, yaitu orang telah terpilih menjadi presiden,” kata Taufiqulhadi.

“Jadi saya berpikir, orang ini boleh diperiksa untuk diketahui motifnya. Kenapa ia menyebut Jokowi sebagai ‘The New Firaun’. Ini menghina sekali,” imbuh dia.

Saat ini pemilik akun Aida Konveksi, yang kontennya menghina Presiden Jokowi mumi, diperiksa Satreskrim Polresta Blitar. Pemilik akun mengakui telah menyebar gambar kiriman yang ada di berandanya.

Sang pemilik akun, yang juga memiliki ‘Butik Malang’, secara kooperatif mendatangi Mapolresta Blitar untuk memberikan keterangan kepada pihak penyidik. Sembari menangis, sang pemilik akun mengaku mendapatkan gambar itu dari beranda media sosialnya. Lalu tanpa berpikir panjang diunggah di akun pribadinya.

“Semalam yang bersangkutan datang ke sini. Selain memberikan keterangan, yang bersangkutan juga menceritakan kronologi posting-annya di medsos terkait Bapak Presiden Joko Widodo itu,” jelas Kasatreskrim Polresta Blitar AKP Heri Sugiono kepada detikcom di Mapolresta, Selasa (2/7).

Polisi Tangkap Perempuan Hina Jokowi

Sementara itu Polisi menangkap perempuan asal Kalipucing Sanankulon, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Ida Fitri (44) yang diduga telah melakukan penghinaan dan pencemaran nama baik Presiden Joko Widodo di media sosial.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan Ida adalah pemilik resmi akun facebook bernama Aida Konveksi, yang diduga telah mengunggah gambar mumi berwajah Jokowi dengan keterangan gambar ‘The New Firaun’.

Tak hanya itu, Ida juga mengunggah gambar anjing memakai baju kebesaran Hakim Mahkamah Konstitusi (MK). Ia juga menuliskan caption ‘Iblis Berwajah Anjing’.

Mulanya, kata Barung, berdasarkan patroli cyber yang dilakukan kepolisian, gambar mumi Jokowi tersebut diketahui diunggah oleh Ida sejak Minggu (30/6) malam.

“Dia membagikan gambar tersebut pada hari minggu 30 Juni 2019 sekira pukul 20.00 WIB, di rumahnya,” kata Barung, saat dikonfirmasi, Selasa (2/7).

Unggahan akun Aida Konveksi itu kemudian menjadi semakin tersebar dan viral lantaran diunggah ulang oleh akun facebook serta akun instagram lain, salah satunya yakni akun info_seputaran_blitar.

Namun, pada Senin (1/7) petang, postingan yang diduga penghinaan tersebut mendadak hilang. Begitu pula dengan akun Aida Konveksi yang tak dapat diakses pada saat yang sama. Kendati demikian kloning atau screen capture unggahan tersebut sudah kadung tersebar. (mb/detik/cnn indonesia)

Loading...

Related posts