PKL Pecel Lele – Pempek di Palembang Bakan Dikenai Pajak 10%, Ini Kategorinya

Metrobatam, Palembang – Pemkot Palembang saat ini sudah memasang sekitar 300 alat untuk memantau pedagang yang dikenai pajak 10 %. Pedagang seperti apa yang bakal kena pajak?

“Jadi tidak semua pedagang kena pajak 10 %. Mereka yang kami pasang alat itu yang omzetnya mencapai Rp 3 juta/hari,” terang Kepala Badan Pengelolaan Pajak Daerah Palembang, Sulaiman Amin saat ditemui di kantornya, Selasa (8/7/2019).

Read More

Dikatakan Sulaiman, kategori itu sesuai kebijakan untuk peningkatan PAD tahun 2019 sebesar Rp 1,6 Triliun. Untuk jenis usaha yang dipantau antara lain tempat hiburan, hotel, parkir dan kuliner.

“Sekarang sudah sekitar 300 alat kami pasang. Ini bervariasi, mulai dari hotel, parkir, tempat hiburan dan pusat-pusat kuliner,” katanya.

Pemasangan alat e-tax, diakui Sulaiman mulai diberlakukan setelah mendapatkan rekomedasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Terutama terkait upaya pemanfaatan pajak daerah.

“Kami mau transparan, karena selama ini banyak yang tidak bayar pajak. Sekarang kita lihat ke depan, sasarannya pun kalau omset sudah besar. Tidak mungkinlah ya omset kecil dikenai pajak,” katanya.

Sementara Humas Pemkot Palembang, Amiruddin Sandy menyebut pungutan pajak 10 % itu sesuai petunjuk dari KPK ketika berkunjung beberapa waktu lalu.

“Iya ini ada masukan-masukan dari KPK juga untuk mengelola pajak daerah dan ini salah satunya. Ada lagi reklame, PBB dan sebagainya yang direkomendasikan ke kita,” katanya.

“Potensi kota kita ini besar, tetapi belum semua dapat dimaksimalkan. Ya secara berangsur mulai jalankan sesuai arahan Pak Wali Kota,” kata Amir. (mb/detik)

   
Loading...

Related posts