Polri Sebut Terduga Teroris di Magetan Terkait Kelompok JI

Metrobatam, Jakarta – Mabes Polri menyebut dua orang yang ditangkap di Magetan, Jawa Timur, diduga terkait dengan jaringan kelompok Jamaah Islamiyah (JI). Dua orang yang diamankan Densus 88/Antiteror ada kaitannya dengan pimpinan atau amir JI bernama Para Wijayanto (54) yang lebih dulu ditangkap.

“Sedang didalami kaitannya dengan pengungkapan 5 tersangka kelompok JI dengan amirnya yang ditangkap di Bogor kemarin. Ini masih ada kaitannya, masih kita dalami, perannya dia cukup penting di dalam organisasi JI,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Kamis (4/7/2019).

Read More

Namun Polri belum merinci dua orang yang diamankan di Magetan oleh Densus 88/Antiteror pada Rabu (3/7). Densus 88 menurut Dedi masih melakukan pemeriksaan terhadap terduga teroris.

“Yang jelas dia ada keterkaitan dengan itu (donatur), nanti akan disampaikan perannya dia, bagaimana dia mengembangkan basic ekonominya,” ujar Dedi.

Densus 88 mengamankan SA (51) dan HA (24) di Candirejo, Kecamatan/Kabupaten Magetan.

Polri sebelumnya menerangkan kelompok terduga teroris Jamaah Islamiyah (JI) pimpinan Para Wijayanto memiliki usaha yang dijadikan sumber pendanaan kegiatan mereka. Salah satu bisnis kelompok ini adalah di bidang perkebunan. Namun polisi masih mendalami jenis-jenis usaha lain yang mereka geluti.

“Masih didalami tahapan pembangunan kekuatannya, kemudian sedang dikembangkan. Tahapan pembangunan kekuatan ini harus didukung oleh kemampuan ekonomi. Mereka juga sedang mengembangkan basic ekonomi mereka, yaitu ada beberapa usaha yang mereka bangun, antara lain perkebunan untuk membiayai organisasi JI ini,” ujar Dedi Prasetyo, Senin (1/7).

Densus 88 Amankan Bapak dan Anak

Dua terduga teroris itu merupakan bapak dan anak yang beralamat di Candirejo, Kecamatan/ Kabupaten Magetan.

“Betul tadi sekitar pukul 14.00 WIB tim densus membawa SA (51) dan anaknya HA (24),” ujar ketua RT 1 RW 1 Desa Candirejo, Harianto, kepada wartawan di rumahnya, Rabu (3/7/2019) petang.

Harianto mengatakan SA diamankan saat berada di sebuah pabrik kulit di wilayah Magetan kota saat sedang mengirim hasil olahan usahanya. Sedangkan sang anak HA, kata Harianto, soal penangkapan dirinya tidak tahu secara pasti.

“Untuk SA infonya tadi diamankan saat sedang mengantar hasil olahan kerajinan kulit di pabrik di Magetan juga. Untuk anaknya memang saya jarang bertemu,” ujar Harianto.

Diungkapkan Harianto, Densus melakukan penggeledahan setelah melakukan penangkapan. Saat menggeledah, Harianto melihat ada lima orang personel Densus. Sementara pengamanan di luar rumah mendapat pengamanan ketat dari Polres Magetan.

“Sekitar lima orang densusnya, lainnya Polres Magetan pengamanan saja,” kata Harianto.

Adanya penangkapan terduga teroris dibenarkan Kapolres Magetan AKBP Muhammad Rifai. Rifai mengatakan Polres Magetan hanya melakukan sebatas pengamanan saat tim densus 88 melakukan penggeledahan di rumah terduga teroris SA.

“Benar tadi penangkapan baru terduga teroris saja ya,” ujar Rifai.

Pantauan detikcom, rumah terduga teroris yang berada di perkampungan arah menuju obyek telaga sarangan itu tampak tertutup rapat. Sebuah mobil dan dua motor tampak terparkir di depan rumah. (mb/detik)

Loading...

Related posts