Pria di Cianjur Bongkar Makam Ayahnya Sendiri, Dibawa ke Istana Sehat Jiwa

Booking.com

Metrobatam, Cianjur – Tindakan Wiharna (45) bongkar dan bopong jasad ayah kandungnya, Ali Sugandi, bikin geger warga Kampung Sukarajin, RT 1 RW 8, Desa Sukamekar, Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Ia terekam kamera lalu videonya viral di media sosial.

Wiharna ternyata mengidap gangguan kejiwaan sejak 2009. Pihak keluarga mengakui hal tersebut.

Muat Lebih

Kini Wiharna dibawa ke Panti Sosial Istana Komunitas Sehat Jiwa (KSJ) di Cipanas Cianjur. “Sudah saya bawa ke Istana KSJ dengan pak Nurhamid,” kata Hendra, adik Wiharna, Minggu (21/7/2019).

Nurhamid Kartasasmita, pengelola Yayasan Istana KSJ membenarkan ada warga panti yang diantarkan keluarga gegara membongkar makam dan membopong jasad ayahnya.

“Dua hari yang lalu diantar keluarga. Kondisi saat ini yang bersangkutan masih terlihat beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Dia bernama Wiharna. Selain menetap di panti dia juga akan menjalani pengobatan medis,” ucap Nurhamid.

Sementara itu pihak keluarga berang atas video yang diunggah di media sosial. Isi dalam video memperlihatkan Wiharna (45) membopong jasad yang diketahui sebagai ayah kandungnya, Ali Sugandi.

Hendra mengaku saat ini masih mencari tahu siapa yang merekam dan mengunggah informasi tersebut.

“Keluarga keberatan dengan (unggahan) itu, yang merekam juga kami kurang tahu masih dicari. Pihak keluarga berharap informasi ini jangan terus diviralkan, kondisi jasad ayah saya jadi pergunjingan karena kondisinya yang masih utuh,” kata Hendra melalui sambungan telepon, Minggu (21/7/2019).

Ia menambahkan keluarganya saat ini masih berkoordinasi dengan polisi terkait siapa yang merekam dan mengunggah video yang menggegerkan itu. Ia juga keberatan pada narasi yang menyebut jasad sang ayah akan dipindahkan oleh kakaknya.

“Posisi jasad tidak dipindahkan, hanya dinaikkan. Intinya saya menolak ini jadi pergunjingan, sejak informasinya viral banyak yang nelepon dan nanyain terkait kondisi jasad yang masih utuh meskipun sudah satu tahun. Sampai saya begadang, sebentar-sebentar lihat makam takut ada yang ngapa-ngapain,” tutur Hendra.

Ia berharap perekam dan pengunggah di media sosial segera datang menemuinya dan meminta maaf. “Datang saja ke rumah minta maaf ke keluarga, dalam gambar rekaman video saya juga ada di situ. Cuma enggak tahu siapa yang merekamnya,” ucap Hendra. (mb/detik)

Loading...

Pos terkait

Booking.com