Pro-Kontra: Setujukah Anda Jokowi Beri Amnesti buat Baiq Nuril?

Metrobatam, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta memberi amnesti untuk Baiq Nuril, usai Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan Nuril ditolak oleh Mahkamah Agung (MA). Setujukah Anda bila Jokowi memberi amnesti untuk Nuril?

Kasus Nuril bermula dari perbincangan telepon antar dia dengan kepala sekolah berinisial M pada 2012. Saat itu, M bercerita tentang hubungan badannya dengan seorang perempuan yang juga dikenal Nuril. Nuril merasa dilecehkan oleh M dan merekam perbincangan tersebut.

Read More

Pada tahun 2015, rekaman itu beredar luas di masyarakat Mataram dan membuat M geram. M melaporkan Nuril ke polisi karena merekam dan menyebar rekaman itu. Pengadilan digelar, Nuril divonis bebas oleh Pengadilan Negeri Mataram. Namun, MA mengubah hukuman dan menjatuhkan pidana 6 bulan penjara dan denda Rp 500 juta.

Pertimbangan MA menolak PK yang diajukan Nuril karena Nuril dinilai melakukan perekaman ilegal dan menyebarluaskan rekaman itu. Rekaman percakapan antara Nuril dan M disimpan nuril selama setahun lebih. Seseorang bernama Imam Mudawi meminta rekaman tersebut, awalnya Nuril menolak namun akhirnya rekaman itu diserahkannya.

Kini, amnesti dari Jokowi menjadi harapan terakhir Nuril. Nuril mencari keadilan. Dia menemui Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly pada Senin (8/7) kemarin.

“Saya tidak akan menyerah. Harapannya saya ingin Bapak Presiden mengabulkan permohonan amnesti saya dan saya rasa, saya sebagai orang anak, ke mana lagi harus saya meminta berlindung kalau bukan kepada bapaknya,” kata Nuril.

Yasonna menyatakan akan menyusun pendapat hukum yang akan disampaikan ke Jokowi. Ahli hukum menilai kini saatnya Jokowi memberikan amnesti untuk Nuril.

Ahli hukum tata negara Feri Amsari menyatakan amnesti dan abolisi adalah kewenangan presiden yang bisa diambil dengan meminta pertimbangan DPR, sebagaimana diatur dalam Pasal 14 UUD 1945. Profesor Hibnu Nugroho meminta Jokowi segera memberikan amnesti untuk Nuril yang merupakan korban pelecehan seksual.

“Kalau Presiden berani memberikan amnesti ke Baiq Nuril, ini merupakan lompatan hukum yang baik karena selama ini amnesti untuk kasus-kasus politik,” kata Hibnu, Selasa (9/7/2019).

Oce Madril, ahli hukum tata negara dari UGM, menilai amnesti ke Nuril adalah langkah yang tepat. Pakar hukum tata negara Bivitri Susanti juga setuju dengan amnesti itu, apalagi pemerintah sejak 1984 disebutnya sudah berkomitmen menghapus diskriminasi terhadap perempuan.

Amnesti adalah pengampunan atau penghapusan hukuman yang diberikan kepala negara kepada seseorang yang melakukan tindak pidana tertentu. Apakah Anda setuju Jokowi memberikan amnesti untuk Nuril? (mb/detik)

   
Loading...

Related posts