Seks Menyimpang 2 Napi Pria Dipergoki Penghuni Lapas Cianjur

Metrobatam, Cianjur – Aktivitas penyimpangan seksual antarnapi pria ternyata pernah terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Cianjur. Bagaimana ceritanya?

Peristiwa itu terjadi dua tahun silam. Hal ini diungkapkan Kepala Subseksi Registrasi Bimbingan Kemasyarakatan Lapas Kelas IIB Cianjur Fani Andika. Melalui sambungan telepon, ia menyebut seks menyimpang dua napi itu berlangsung dalam blok sel. Aktivitas keduanya dipergoki warga binaan lainnya penghuni Lapas Cianjur.

Read More

“Catatan kami sekitar dua tahun yang lalu pernah terjadi aktivitas penyimpangan seksual antar warga binaan pria. Dilakukan di dalam blok dan ketahuan oleh warga binaan lainnya lalu dilaporkan ke kita,” kata Fani, Kamis (11/7/2019).

Usai terpergok, dua napi pria itu dipindahkan ke penjara lain. “Kalau tidak salah kita pindahkan ke Sukabumi,” ucap Fani.

Selain itu, kata Fani, Lapas Cianjur telah memisahkan seorang penghuni ke ruang khusus. “Ada satu ruang khusus yang ditempati oleh waria. Bukan sekadar melambai, tapi secara fisik dia sudah seperti perempuan. Dia pindahan dari Jakarta,” tutur Fani.

Belajar dari pengalaman tersebut serta guna mencegah napi gay-lesbian, saat ini Lapas Cianjur melaksanakan upaya pencegahan dan pembinaan dengan memperbanyak kegiatan di bidang keagamaan. Gaya pembinaan di Lapas Cianjur boleh dibilang berbeda dengan penjara di tempat lain.

Penjara ini menerapkan pola pendidikan pesantren bagi para napi. Napi pria dipanggil dengan sebutan santri, dan santriwati untuk perempuan.

“Banyak warga binaan yang kita berikan pendalaman di bidang keagamaan. Aktivitas salat berjamaah dan tentunya pengawasan secara ketat terkait perilaku mereka,” ujar Kalapas Cianjur Gumilar melalui sambungan telepon.

Selain pendidikan agama, Lapas Cianjur membentuk semacam wali kelas atau wali kemasyarakatan yang nantinya bertanggung jawab mengawasi 30 orang.

“Dari sebanyak 826 warga binaan yang ada hingga hari ini, kita bagi menjadi 27 kelas atau kelompok. Masing-masing ada wali kelasnya yang ditunjuk oleh petugas. Nah, petugas itu nantinya yang memberikan arahan dan pemahaman soal tata perilaku,” ucap Gumilar. (mb/detik)

Loading...

Related posts