Soal Menteri Muda, JK Minta Jangan Ambil Pebisnis Muda Sukses

Metrobatam, Jakarta – Wakil Presiden Jusuf Kalla menerima kunjungan CEO Gojek Nadiem Makariem di kantornya, Selasa (16/7). Dalam pertemuan itu, keduanya membahas tentang perkembangan transportasi di ibu kota.

JK menampik membicarakan wacana menteri muda bersama Nadiem. Ia menilai, Nadiem lebih pantas menekuni bidangnya di dunia bisnis alih-alih menjadi menteri.

Read More

“Dia sudah terbukti di bidangnya. Orang seperti Nadiem ini yang di Indonesia bagus, di luar negeri juga bagus, ujar JK.

JK mengingatkan agar anak-anak muda yang telah sukses berbisnis tak dipaksa masuk ke birokrat, termasuk ke jabatan menteri. Menurutnya, kemampuan berbisnis dari para anak muda ini masih banyak dibutuhkan di Indonesia.

“Kalau jadi menteri tentu banyak yang mau, kalau entrepreneur tidak banyak. Jadi jangan anak-anak muda yang sukses di bisnis didorong-dorong jadi birokrat,” katanya.

Selain itu, JK pun berharap para menteri yang nantinya ditunjuk Jokowi-Ma’ruf Amin mengisi kabinet adalah yang tegas dalam mengeksekusi berbagai keputusan.

“Pada dasarnya menteri itu mengambil keputusan, mengeksekusi keputusan dari program yang ada sesuai bidangnya. Sehingga hanya orang yang punya ketegasan pikiran dan tindakan, dan juga keberanian yang bisa mengeksekusi,” ujar JK di kantor wakil presiden, Jakarta, Selasa (14/7).

Jika menteri selanjutnya tak berani mengambil keputusan, JK khawatir hal itu akan menghambat pertumbuhan ekonomi, sosial, mau pun politik di Indonesia.

“Kalau mengulur-ulur atau tidak cepat mengeksekusi, lambat pertumbuhan kita. Maka presiden lebih menekankan menteri yang berani mengeksekusi,” katanya.

Dalam pidato penyampaian visi akhir pekan lalu di Sentul, Jokowi menyatakan pentingnya keberadaan menteri yang berani melakukan reformasi birokrasi.

Ia mengingatkan perlu ada reformasi struktural agar lembaga-lembaga yang ada menjadi lebih sederhana, simpel, dan semakin lincah.

Akan saya cek sendiri, akan saya kontrol sendiri, begitu saya lihat tidak efisien atau tidak efektif, saya pastikan akan saya pangkas dan saya copot pejabatnya. Oleh sebab itu butuh menteri-menteri yang berani,” ucapnya.

Fokus Transportasi

Sementara itu di kantor Wapres, Nadiem menegaskan pertemuannya dengan JK hari ini hanya membahas perkembangan Gojek di Jakarta. Menurutnya, Gojek saat ini bukan hanya aplikasi layanan transportasi, juga membantu bisnis kecil menengah.

Pak JK sangat prioritaskan transportasi, terutama di DKI bersama dengan pak gubernur. Jadi yang dibicarakan adalah bagaimana Gojek bisa membantu dengan multi moda transportasi di DKI,” ucapnya.

“Ini bukan cuma aplikasi transportasi tapi super aplikasi untuk small business, UMKM. Kami bertukar pikiran segala macam agar bisa meningkatkan kualitas transportasi publik di seluruh DKI,” imbuh Nadiem.

Wacana menteri muda sebelumnya disampaikan Jokowi. Ia mengaku sudah meminta partai politik pendukung menyetorkan kader mudanya masing-masing untuk menjadi menteri.

Bisa saja ada menteri umur 20-25 tahun, kenapa tidak? Tapi dia harus mengerti manajerial dan mampu mengeksekusi program-program yang ada. Umur 30-an juga akan banyak,”” kata Jokowi dalam wawancara dengan salah satu stasiun televisi pada awal Juli lalu. (mb/cnn indonesia)

Loading...

Related posts