TKN Jokowi Nilai Kasasi Kedua Prabowo akan Sia-sia

Metrobatam, Jakarta – Prabowo Subianto menggugat kembali soal Pemilu yang terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) di tingkat kasasi. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin meyakini gugatan itu akan sia-sia.

“Kalau menurut saya sia-sia karena kemungkinan besar tentu kita tidak boleh memastikan itu kewenangan hakim bahwa itu akan dinyatakan tidak dapat diterima karena tidak memenuhi syarat-syarat formal bahwa sebuah perkara kalau sudah dikasasi tidak bisa dikasasi kembali,” kata Arsul di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (10/7).

Read More

Menurut Arsul, seharusnya kuasa hukum Prabowo-Sandiaga mengulang gugatan dari tingkat pertama. Mengingat, gugatan di tingkat kasasi sebelumnya telah diputuskan tidak diterima atau NO.

“Tetapi kemudian yang dilakukan setelah MA mengeluarkan putusan yang tidak dapat diterima NO, itu kan yang dilakukan mengajukan kasasi kembali,” katanya.

“Tapi karena putusannya NO tidak dapat diterima, kalaupun mau mengupayakan langkah hukum ya harus diulang lagi dari awal,” imbuh Arsul.

Kendati demikian, politikus PPP itu menghargai langkah hukum Prabowo-Sandiaga. Mengingat hal itu merupakan hak hukum dari Prabowo-Sandiaga.

“Itu hak hukum mereka, karena kami sudah berkomitmen menyelesaikan semuanya dengan cara baik, tentu kami akan berkomunikasi. Tetapi kan kami tidak bisa menghalang-halangi atau meminta mencabut. Itu biarlah menjadi urusan internal dari BPN dan Pak Prabowo dan Pak Sandi dan lawyer-nya,” tutur Arsul.

Berdasarkan keterangan di website MA, yang dikutip detikcom, Rabu (10/7), gugatan melawan Bawaslu itu bernomor 2 P/PAP/2019. Atas gugatan itu, MA menurunkan lima hakim agung yang diketuai hakim agung Supandi. Adapun anggotanya adalah Yodi Martono Wahyunadi, Yosran, Is Sudaryono, dan Irfan Fachruddin.

Waketum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan gugatan itu diajukan tanpa sepengetahuan Prabowo-Sandiaga dan menggunakan surat kuasa lama.

“Diajukan ke MA tanpa koordinasi lagi ke paslon yang kemarin saya koordinasi ke Pak Sandi,” kata Waketum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad kepada wartawan, Rabu (10/7/2019). (mb/detik)

   
Loading...

Related posts