Soal Bekasi Gabung Jakarta, Ridwan Kamil: Belum Prioritas

Metrobatam, Bandung – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) menanggapi pernyataan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi yang mengklaim 80 persen warganya setuju bergabung dengan DKI Jakarta.

“Aspirasi itu dalam dunia demokrasi wajar. Tapi ikuti aturan yang harus dilalui,” kata RK saat ditemui di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (19/8/2019).

Read More

Dia menilai pemekaran wilayah di Jabar saat ini memang mendesak. Menurutnya dengan jumlah penduduk 48 juta, idealnya Jabar memiliki 40 kabupaten dan kota.

“Per hari ini namanya pemekaran wilayah masih dimoratorium pemerintah pusat. Jabar idealnya 40 daerah, karena Jatim hanya 40 juta (penduduk) tapi daerah 38. Dari kacamata kami pemekaran wajar dan rasional,” tutur dia.

Ketika disinggung apakah setuju atau tidak terhadap aspirasi warga Kota Bekasi bergabung dengan DKI Jakarta, RK menjawab pendek. “Belum prioritas,” tegas RK seraya meninggalkan awak media.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyebut kotanya lebih cocok masuk ke Jakarta apabila Provinsi Bogor Raya terbentuk. Menurutnya, sebagian besar warga Kota Bekasi setuju jika bergabung dengan Jakarta.

“Kalau dijajak pendapat pasti 60, 70, 80 persenlah pasti, karena DKI kan punya support yang luar biasa. Tapi kemarin saya baca di medsos, ya karena DKI mau menguasai (TPST) Bantargebang. Apa yang dikuasai? Orang di sana dia, TPA juga milik dia kok bukan punya kita, kecuali nggak ada yang dikuasai apalagi dalam satu kesatuan antardaerah, satu kesatuan nasional kan NKRI,” ujar Rahmat Effendi. (mb/detik)

Loading...

Related posts