Dituntut Seumur Hidup, Prada Deri Pemutilasi Fera Menangis

Metrobatam, Palembang – Prada Deri Pramana dituntut hukuman penjara seumur hidup dan juga pecat dari TNI AD setelah mutilasi sang kekasih. Prada Deri langsung menangis.

Pantauan detikcom, Prada Deri berdiri dengan sikap sempurna saat mendengar tuntutan yang dibacakan oditur militer Darwin Butar-Butar. Tuntutan dimulai Pukul 10.40 WIB di Pengadilan Militer 01-04 Palembang selama lebih dari 1 jam.

Read More

Saat tuntutan dibacakan, Prada Deri pun langsung menangis. Deri tidak kuasa menangahan tangis karena tuntutan itu dinilai terlalu berat. Sedangkan, oditur meyakini Prada Deri terbukti bersalah melakukan pembunuhan berencana yang ancaman pidananya diatur dalam Pasal 340 KUHP.

“Saya dengar yang mulia,” kata Prada Deri menangis saat ditanya apakah mendengar tuntutan oditur militer, Mayor Darwin Butar-Butar.

Sontak mejelis meminta Prada Deri tidak menangis. Majelis hakim lantas meminta Deri mengulang tuntutan yang dibacakan oditur, namun dia tidak ingat.

“Terdakwa apakah sudah dengar semua tuntutannya. Coba pidana pokoknya tadi apa,” kata ketua majelis, Letkol Chk Khazim.

Deri hanya menjawab siap dan kembali mengulang kalimat ‘tuntutan’. Majelis pun meminta oditur untuk mengulang kembali tuntutannya dan meminta Deri untuk mendengarkan secara detail.

“Memohon agar terdakwa dijatuhi pidana pokok penjara seumur hidup. Pidana tambahan dipecat dari dinas militer TNI AD,” kata oditur.

Mendengar kalimat itu Deri kembali menangis. Tangisnya pecah sampai dirinya keluar persidangan.

Prada Deri Pramana didakwa dalam kasus mutilasi seorang kasir minimarket bernama Fera Oktaria pada Jumat (10/5) di penginapan kawasan Sungai lilin, Kabupaten Musi Banyuasin. Setelah beraksi, pelaku langsung kabur.

Pelaku memutilasi korban karena kalut saat korban meminta dinikahi dengan pengakuan sedang hamil. Pelaku yang terkejut karena tidak siap menikahi sontak membekap korban sampai meninggal dunia. (mb/detik)

Loading...

Related posts