Bareskrim Buru 4 Eksekutor Pembunuh Ayah-Anak yang Dibakar, Pelaku Tertutup

Metrobatam, Bandung – Polda Jabar memburu empat eksekutor ayah dan anak yang mayatnya dibakar dalam mobil di Kabupaten Sukabumi. Bareskrim Mabes Polri dilibatkan untuk memburu keempat pelaku.

“Iya, pasti (diburu). Kita libatkan Bareskrim,” ucap Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombes Iksanto Bagus di Mapolda Jabar, Selasa (27/8/2019).

Read More

Iksanto belum mau menjelaskan secara lengkap terkait keterlibatan empat eksekutor yang disewa oleh pelaku berinisial AK ini. Pihaknya kini tengah melakukan pengembangan untuk segera menangkap para pelaku.

“Nanti kita lakukan pengembangan,” kata Iksanto.

Empat orang itu disewa AK untuk menghabisi nyawa suami, Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54), dan anak tirinya, Mohamad Pradana (23) alias Dana. Pembunuhan berlangsung di rumah korban, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Sabtu (24/8). Setelah dihabisi, jasad ayah dan anak tersebut dimasukkan ke mobil dan dibawa ke Cirendeu.

Dari Cirendeu, mobil dibawa AK dan anaknya, KV, ke kawasan Cidahu, Minggu (25/8). AK membeli bensin yang kemudian diserahkan kepada KV untuk membakar mobil berisi dua jenazah tersebut.

Sebelumnya, warga dihebohkan oleh terbakarnya sebuah mobil bernopol B-2983-SZH di Jalan Cidahu-Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (25/8). Setelah api padam, warga dan petugas dikagetkan oleh dua sosok mayat di dalam mobil tersebut.

Mayat pertama berada di kursi baris kedua, sementara mayat kedua ditemukan di baris ketiga, yang berdekatan dengan bagasi mobil tersebut.

Pelaku Dikenal Tertutup

Sosok pelaku dan korban pembunuhan yang tewas dibakar di dalam mobil di Sukabumi, Jawa Barat dikenal tertutup. Pelaku dan korban yang tinggal di Jakarta diketahui jarang berkomunikasi dengan warga setempat.

“Tertutup orangnya. Interaksi sama warga juga jarang. Paling bapak (RT) datang ke situ cuma ambil iuran,” kata istri dari Ketua RT Maryati saat ditemui di kawasan Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (27/8/2019).

Pelaku dan Korban diketahui memiliki rumah di Kawasan Cilandak, Jaksel. Rumah tersebut saat ini sudah digaris polisi.

Maryati melanjutkan, suaminya sempat dimintai data oleh pihak kepolisan pada Senin (26/8) kemarin. Dalam kasus ini, Polda Metro Jaya ikut turun tangan lantaran lokasi pembunuhan pertama kali dilakukan di Jakarta.

Dalam kasus pembunuhan ini belakangan diketahui diotaki oleh istri sekaligus ibu tiri, berinisial AK dan anak tiri korban, KV. Belakangan terkuak, AK menyewa empat eksekutor untuk melakukan pembunuhan sadis itu. Keempat eksekutor itu saat ini masih diburu polisi.

Menurut penuturan Maryati, sehari-hari korban dan pelaku tinggal di rumah tersebut. Namun, korban dan pelaku jarang berinteraksi dengan warga setempat.

“Soalnya jarang juga ikut kegiatan, paling pemilu. Kita juga nggak memperhatikan ada Pak Edi,” jelas Maryati.

Diduga persoalan urusan rumah tangga dan utang menjadi pemicu peristiwa keji tersebut. “Motifnya karena ada masalah rumah tangga dan utang piutang,” ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Selasa (27/8/2019).

Meski begitu, terkait masalah rumah tangga dan utang piutang, belum diungkapkan secara jelas oleh polisi. Pihaknya masih mendalami penyelidikan. (mb/detik)

Loading...

Related posts