Dua Eksekutor Pembunuhan Ayah-Anak di Sukabumi Ditangkap

Metrobatam, Jakarta – Polisi telah menangkap dua dari empat eksekutor pembunuhan ayah dan anak yang jasadnya dibakar di dalam mobil dan ditemukan di Sukabumi.

“Ditangkap dua [orang] sama Polda Metro,” kata Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi, saat dikonfirmasi, Selasa (27/8).

Read More

Namun, Nasriadi tak mengungkapkan identitas dua eksekutor yang telah ditangkap tersebut. Dengan penangkapan tersebut, kepolisian masih memburu dua orang eksekutor lainnya.

Berdasarkan keterangan pelaku EK, kata dia, yang merupakan istri korban sekaligus otak pembunuhan tersebut, empat eksekutor yang dibayar tersebut telah lebih dulu dibawa ke kediamannya di Lebak Bulus untuk kemudian melakukan pembunuhan.

“Kalau dari keterangan istrinya sih, sudah membawa eksekutor ke rumah, kemudian ketemu suaminya seperti enggak ada apa-apa. Kemudian eksekutor menyusul masuk ke dalam rumah, kunci rumah juga diserahkan istrinya ke eksekutor,” tutur Nasriadi.

Sebelumnya, dua jasad yang merupakan ayah dan anak ditemukan meninggal dunia dengan kondisi tubuh hangus terbakar di dalam mobil di Jalan Raya Cidahu-Parakansalak, Sukabumi, Jawa Barat, pada Minggu (25/8).

Dua orang yang ditemukan tewas itu merupakan ayah dan anak, yakni ECP alias Pupung Sadili (54) dan MAP alias Dana (23).

Mulanya, EK membayar empat orang eksekutor untuk membunuh suaminya, yakni Pupung. Pupung lalu diminta EK untuk datang ke rumahnya yang berlokasi di Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

“EK membayar eksekutor untuk menghabisi suaminya dengan cara memancing kedua korban datang ke rumahnya di Lebak Bulus lalu dihabisi oleh empat eksekutor,” ujar Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya Jerry Siagian saat dikonfirmasi, Selasa (27/8).

Setelah dipastikan tewas, lanjut Jerry, EK dan pelaku lainnya membawa kedua korban ke Sukabumi. Kedua korban itu lalu dibakar di dalam mobil pada Minggu (25/8).

Polda Metro Jaya dan Polda Lampung kemudian berkoordinasi untuk melakukan pengejaran 4 eksekutor yang dibayar EK untuk membunuh Pupung dan Dana. (mb/cnn indonesia)

Loading...

Related posts