Istri Keji Pembunuh dan Pembakar Ayah-anak Terancam Hukuman Mati

Metrobatam, Jakarta – Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan bahwa tersangka AK, pelaku pembunuhan ayah dan anak, bakal dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Dia terancam hukuman mati, penjara seumur hidup, atau paling lama 20 tahun.

Argo mengatakan bahwa pembunuhan yang didalangi AK termasuk pembunuhan berencana. Termasuk ketika AK menyewa pembunuh bayaran atau eksekutor dari Lampung.

Read More

“Iya semuanya sudah direncanakan,” kata Argo saat dikonfirmasi, Rabu (28/8).

Pembunuh bayaran atau eksekutor yang disewa AK juga bakal dijerat dengan pasal 340 KUHP. Hal itu diutarakan oleh Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Jerry Siagian.

Anak dari AK, yakni L, juga bakal dijerat dengan pasal serupa. Mereka terancam hukuman mati, penjara seumur hidup, atau penjara paling lama 20 tahun.

“Pasalnya 340 KUHP,” ucap Jerry.

Pasal 340 KUHP berisi tentang pembunuhan berencana. Ancaman pidana yang termaktub dalam pasal itu yakni hukuman mati, penjara seumur hidup atau penjara paling lama 20 tahun.

“Barangsiapa dengan sengaja dan dengan direncanakan lebih dahulu menghilangkan nyawa orang lain, dihukum karena pembunuhan direncanakan (moord), dengan hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara sementara selama-lamanya dua puluh tahun,” demikian bunyi pasal 340 KUHP.

Sebelumnya, jasad Edi Chandra Purnama (54) dan Muhamad Adi Pradana alias Dana(23) ditemukan hangus terbakar di dalam mobil di daerah Sukabumi, Jawa Barat pada Minggu (25/8). Pembunuhan Edi dan Dana didalangi oleh AK, yang merupakan istri atau ibu mereka sendiri.

AK ingin menjual rumah untuk membayar hutang. Namun, Edi tidak setuju. Walhasil, AK menghabisi Edi agar dapat menguasai harta keluarganya.

AK lalu menyewa pembunuh bayaran atau eksekutor dari Lampung, yaitu A dan S.

A dan S membunuh Edi dengan memberikan racun ke dalam minuman. Pembunuhan dilakukan di kediaman AK bilangan Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Sementara itu, Dana dibunuh oleh L, yang merupakan anak AK, dengan membekap hingga tak bisa bernafas.

Setelah itu, jenazah Edi dan Dana dibawa ke daerah Sukabumi. Di sana, AK dan L membakar korban.

Kini, polisi telah menangkap AK di Cilandak pada Senin lalu (26/8). Sedangkan kedua eksekutor, yakni A dan S ditangkap di Lampung pada Selasa lalu (28/8).

Buru Asisten Rumah Tangga

Sementara hingga saat ini terus memburu mantan asisten rumah tangga (ART) dari tersangka AK untuk mengusut kasus pembunuhan ayah dan anak yang jasadnya ditemukan hangus terbakar di dalam mobil di Sukabumi, Jawa Barat. Suami ART tersebut juga turut diburu.

Langkah itu dilakukan lantaran AK mengenal pembunuh bayaran atau eksekutor yang disewanya dari mantan ART beserta suaminya.

“Mantan pembantu dan suami pembantu itu masih kita cari, masih diburu,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Rabu (28/8).

Sementara itu, Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Suyudi Ario Seto mengatakan hal senada. Subdit Jatanras Polda Metro Jaya, lanjutnya, saat ini memang tengah mencari keberadaan dua pelaku lainnya.

“(Dua pelaku) belum tertangkap, masih dalam pengejaran tim kita,” ujarnya.

Suyudi mengatakan dua pelaku yang tengah diburu, yakni ART dan suaminya, bisa saja ditetapkan sebagai tersangka. Pasalnya, mereka mengenalkan dua eksekutor atau pembunuhan kepada AK.

Meski begitu, disampaikan Suyudi, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan untuk mengusut kasus pembunuhan tersebut.

“Ya bisa jadi tersangka (mantan pembantu serta suaminya) walau tentunya nanti akan dilihat dari hasil sidik,” ucap Suyudi.

Sebelumnya, dua jasad yang merupakan ayah dan anak ditemukan dalam kondisi terbakar di dalam sebuah mobil di Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (25/8). Mereka adalah Edi Chandra Purnama (54) dan Muhamad Adi Pradana atau Dana(23).

Otak pembunuhan itu merupakan istri korban sendiri yang berinisial AK. Mulanya, AK menyewa pembunuh bayaran atau eksekutor dari Lampung.

AK kemudian meminta Edi dan Dana untuk datang ke rumahnya di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Edi dan Dana datang.

Dua eksekutor, S dan A, lalu meracuni Edi dengan minuman. Sementara Dana dibunuh oleh L dengan cara dibekap hingga tak bernafas. L sendiri adalah putra AK.

Setelah itu, jenazah Edi dan Dana dibawa ke daerah Sukabumi. Di sana, AK dan L membakar korban.

Kini, polisi telah menangkap AK di Cilandak pada Senin lalu (26/8). Sedangkan kedua eksekutor, yakni A dan S ditangkap di Lampung, Selasa (28/8). (mb/cnn indonesia)

Loading...

Related posts