BUMN Butuh Banyak Karyawan Baru di Bidang IT hingga Akuntansi

Metrobatam, Jakarta – Badan usaha milik negara (BUMN) butuh banyak karyawan baru. Kementerian BUMN pun mengumumkan akan kembali dibuka seleksi program perekrutan bersama (PPB) tahun ini.

Ketua Forum Human Capital Indonesia (FHCI) Herdy Rosadi mengatakan, saat ini tiap-tiap perusahaan negara sedang menghitung kebutuhan karyawan baru. Ada beberapa posisi kerja yang paling diperlukan.

Read More

“Di segala sektor biasanya yang banyak, yang umum ya IT, akuntan, manajemen,” kata dia kepada detikFinance, Jakarta, Kamis (29/8/2019).

Menurutnya posisi kerja di atas cukup banyak diperlukan bila melihat bisnis yang dijalani BUMN saat ini.

“Jadi kan tergantung nature bisnisnya BUMN itu tantangan dia ke depan. Kalau dia concern-nya membenahi IT dia butuh IT, kalau dia mau pembenahan sisi akuntansi karena dia perlu ada yang diini ya akuntan,” jelasnya.

Tapi itu tidak merepresentasikan seluruh BUMN yang ada. Pasalnya tiap perusahaan punya kebutuhan yang beragam. Kebutuhan karyawan baru ini juga paling banyak untuk menjaring lulusan baru atau fresh graduate, bukan untuk posisi dengan jabatan yang tinggi.

“Misalnya Kereta Api misalkan apa, kebutuhan masinis, layanan, kereta api kan berkembang tuh. Dia butuh orang di layanan, customer service, gitu-gitu lah. Sesuai dengan perkembangan BUMN-nya masing-masing,” tambahnya.

Sekretaris Kementerian BUMN Imam Apriyanto Putro sebelumnya mengatakan, tahun ini sudah dilaksanakan PPB gelombang pertama dan akan disusul gelombang kedua.

“Tahun ini mungkin masih ada batch kedua. Ini baru batch pertama,” kata dia di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (23/8/2019).

Dia mengatakan, berdasarkan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun ini, BUMN-BUMN yang ada membutuhkan karyawan baru mencapai 11 ribu. Dari kebutuhan tersebut beberapa sudah dipenuhi.

“Harusnya tahun ini sesuai dengan rencana anggaran perusahaan itu BUMN butuh sekitar 11 ribu karyawan baru,” sebutnya. (mb/detik)

Loading...

Related posts