Demonstran Duduki Bandara Hong Kong, PM Kanada dan Amerika Serukan Perdamaian

Kanada – Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mendesak China agar berhati-hati dalam merespons demonstran yang menduduki Bandara Internasional Hong Kong. Trudeau menyerukan perdamaian agar tidak terjadi kekerasan.

“Kami sangat prihatin dengan situasi di Hong Kong,” kata Trudeau pada konferensi pers, seperti dikutip AFP, Selasa (13/8/2019).

Read More

“Kami tentu menyerukan China untuk sangat berhati-hati dan sangat hormat dalam cara berurusan dengan orang-orang yang memiliki kekhawatiran sah di Hong Kong,” lanjut dia.

Demonstran Duduki Bandara Hong Kong, PM Kanada Serukan PerdamaianFoto: Vincent Thian/AP Photo

Kementerian Luar Negeri Kanada mengatakan, setidaknya ada 300 ribu warga Kanada yang tinggal dan bekerja di Hong Kong. Untuk itu Trudeau menyerukan perdamaian agar ada dialog.

“Kami menyerukan perdamaian, untuk ketertiban, untuk dialog,” kata Trudeau.

Sebelumnya, demo dilakukan massa sejak Jumat (9/8), peserta demo mencapai lebih dari 5 ribu orang di pintu keberangkatan Bandara Internasional Hong Kong. Akibatnya, seluruh penerbangan pada hari ini dibatalkan.

Aksi antipemerintah ini digelar untuk memprotes menggalang dukungan internasional bagi gerakan pro-demokrasi yang digaungkan para demonstran dalam aksi-aksinya selama dua bulan terakhir. Massa menolak yang awalnya menggelar aksi untuk menolak rancangan undang-undang (RUU) ekstradisi yang kontroversial karena mengatur ekstradisi tersangka kriminal ke China, meluas menjadi gerakan reformasi.

AS Minta Semua Pihak Tahan Diri

Sementara Amerika Serikat (AS) memantau aksi demonstran yang menduduki Bandara Internasional Hong Kong. AS minta semua pihak menahan diri dari kekerasan.

“Masyarakat paling baik dilayani ketika pandangan politik yang beragam dihormati dan dapat diungkapkan secara bebas dan damai. Amerika Serikat mendesak semua pihak untuk menahan diri dari kekerasan,” kata seorang pejabat administrasi Trump, seperti dikutip dari Reuters, Senin (12/8/2019).

Sebelumnya, ada 5 ribu demonstran yang menduduki Bandara Internasional Hong Kong. Terkait aksi demo ini, otoritas telah membatalkan semua penerbangan dari dan ke bandara internasional yang sibuk itu.

“Informasi yang saya dapat sebelum kami masuk adalah bahwa di gedung terminal penumpang di bandara tersebut, ada lebih dari 5.000 demonstran,” ujar Kong Wing-cheung, pejabat kepolisian dari unit relasi publik seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (12/8/2019).

Sementara itu, lumpuhnya Bandara Hong Kong tersebut juga berdampak pada tim renang dari Pemprov DKI Jakarta yang baru saja mengikuti Hong Kong Open Swimming Championship, 9-11 Agustus 2019. Total 47 orang tim renang DKI sudah dibawa ke KJRI Hong Kong.

“Sudah keluar dari bandara menggunakan satu bus,” kata Pelaksana Tugas Konsul Jenderal RI di Hong Kong Mandala S Purba saat dihubungi detikcom, Senin (12/8/2019).

Tim renang sedianya kembali ke Jakarta pada malam tadi. Namun penerbangan dibatalkan karena ribuan demonstran sempat menduduki Bandara Hong Kong.

“Sekarang dibawa ke KJRI,” kata Mandala.

Menurut Mandala, tim renang DKI dijadwalkan akan kembali ke Jakarta pada pukul 09.15 waktu setempat, Selasa (13/8). Namun kepastian terbang ke Jakarta masih menunggu informasi lanjutan maskapai penerbangan.

“Masih menunggu komunikasi ketua rombongan dengan pihak penerbangan. Mereka naik Cathay,” sebutnya. (mb/detik)

Loading...

Related posts