Dirlantas Polda Metro Dapat Undangan Khusus Berhaji dari Raja Salman

Metrobatam, Jakarta – Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud secara khusus mengundang sejumlah tokoh termasuk 20 orang dari Indonesia untuk berhaji. Salah satu tokoh terpilih dari Indonesia yakni Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusuf berkesempatan berhaji melalui undangan Raja Salman itu.

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Yusuf menceritakan awal mula saat dirinya terpilih menjadi tamu khusus Raja Arab Saudi itu. Yusuf menyebut beberapa waktu lalu dirinya dihubungi oleh pihak dari Kedutaan Besar Arab Saudi untuk Indonesia agar dirinya menyerahkan berkas-berkas yang diperlukan untuk berhaji.

Read More

“Saya mengajukan (berkas persyaratan haji) setelah disuruh mengajukan oleh Duta Besarnya,” kata Yusuf kepada detikcom, Minggu (4/8/2019).

Yusuf tidak menjelaskan secara rinci kapan dirinya menyerahkan berkas itu dan berkas apa saja yang diserahkan. Ia menyebut dirinya tidak menyerahkan berkas apapun pada awalnya hingga dirinya dihubungi pihak dari Kedubes Arab Saudi untuk mengirimkan berkas tersebut.

Yusuf menyebut undangan berhaji khusus dari Raja Salman merupakan hadiah yang ia syukuri. Hadiah itu dikatakannya hasil dari kerja keras selama ini dalam melayani masyarakat dengan ikhlas.

Cerita Dirlantas Polda Metro Dapat Undangan Khusus Berhaji dari Raja SalmanFoto: Dirlantas Polda Metro Dapat Undangan Khusus Berhaji dari Raja Salman (Samsdhuha-detik)

“Terus terang kami bekerja dengan ikhlas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat termasuk juga dengan Kedutaan Arab Saudi. Alhamdulillah kami dikasih reward dengan ibadah haji,” ungkap Yusuf.

Pada siang hari ini, Dubes Arab Saudi untuk Indonesia, HE Esam Abid Althaqafi menjamu 20 tokoh Indonesia yang diundang berhaji oleh Raja Salman di kediamannya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. 20 orang tersebut juga secara simbolis dilepas Esam untuk menunaikan ibadah Haji.

Yusuf sendiri terlihat berada di sana saat itu. Ia bersama 19 tokoh lainnya mendapat bingkisan berupa peralatan haji dari Esam sebelum bergegas berangkat menunaikan ibadah haji.

Guru Pesantren Solo

Selain Dirlantas yang mendapat undangan haji dari Raja Arab Saudi adalah warga Solo Faiz Baraja. Menurut pamannya, Husin Baraja, Faiz dihubungi pihak Kedutaan Besar Arab Saudi sekitar dua pekan yang lalu. Keponakannya itu diminta menyerahkan berkas-berkas, seperti paspor dan kartu identitas.

“Baru dua pekan kemarin dihubungi, ternyata disuruh mengumpulkan berkas untuk berangkat haji,” kata Husin saat ditemui di Masjid Marwah, Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, Senin (5/8/2019).

Husin mengaku tidak mengetahui alasan pemerintah Arab Saudi memilih keponakannya. Bahkan menurutnya, Faiz pun tidak pernah mendaftarkan diri agar diundang Raja Salman.

Tentang Faiz Baraja, Guru Pesantren Solo yang Diundang Raja Salman Berhaji

Masjid di kompleks Ponpes Markaz Iqro, Solo. Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom

“Itu kan semacam survei, siapa saja yang kira-kira layak. Jadi ya tidak menyangka terpilih,” kata dia.

Sehari-hari, kegiatan Faiz ialah berdakwah dari masjid ke masjid. Dia merupakan salah satu imam dan pendakwah di Masjid Marwah.

Usianya masih muda, yakni 30 tahun. Faiz merupakan lulusan Pondok Pesantren Isy Karima, Karanganyar dan salah satu universitas di Yaman.

“Beberapa tahun tinggal di Yaman, lalu pulang ke sini, menikah, kemudian balik lagi ke Yaman. Belajar di sana sekitar 4,5 tahun,” ujarnya.

Sepulang dari Yaman, putra dari pasangan Ja’far Baraja dan Annisah itu mengamalkan ilmunya dengan mengajar di tempat sekolahnya dulu, Isy Karima. Selain itu, dia juga merintis pondok pesantren bernama Markaz Iqro di Jeruk Sawit, Gondangrejo, Karanganyar.

Salah satu takmir Masjid Marwah, Tri Setyanto, menyebut Faiz Baraja sebagai sosok yang bersahaja dan berwibawa. Kepada sesama masyarakat pun selalu menunjukkan sikap ramah.

“Saat berdakwah pembawaannya santai, tidak keras. Meskipun masih muda, beliau pantas menjadi panutan,” ungkapnya.

“Kalau di Masjid Marwah, beliau seringkali membahas kajian tentang dosa-dosa besar. Sering juga mengisi kajian umum di masjid lain, seperti di Masjid MUI Semanggi,” katanya.

Salah satu pengurus Ponpes Markaz Iqro, Muhammad, mengatakan Faiz merintis pondok tersebut bersama kawannya sejak empat tahun yang lalu. Berawal dari sebuah masjid, Faiz mengembangkannya menjadi sebuah pondok pesantren.

“Awalnya hanya masjid, kemudian berkembang menjadi pesantren. Beliau paling tidak seminggu sekali mengisi kajian di sini,” kata Muhammad saat ditemui di Ponpes Markaz Iqro.

Saat ini ponpes tersebut menampung 40 santri yang dibagi dalam tiga kelas. “Ini masih rintisan dan akan terus dikembangkan,” pungkasnya. (mb/detik)

Loading...

Related posts