Hingga Akhir 2019, Jalan Tol yang Dioperasikan Capai 1.387 Km

Booking.com

Metrobatam, Jakarta – Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR mencatat sebanyak sembilan ruas tol lagi bakal dioperasikan hingga akhir tahun 2019. Total panjang sembilan ruas tol tersebut mencapai 403,14 km.

Lalu, berapakah total realisasi pembangunan jalan tol yang dioperasikan pada masa pemerintahan Presiden Jokowi?

Muat Lebih

Berdasarkan data monitoring BPJT per Juli 2019, seperti dikutip Selasa (13/8/2019), panjang jalan tol yang sudah dioperasikan dalam rentang 2015-2019 (Mei) mencapai 984,63 km. Jalan tol terakhir yang dioperasikan adalah Pandaan-Malang seksi I-III dan Gempol-Pandaan tahap II.

Realisasi pengoperasian jalan tol terbanyak dalam setahun tercatat pada 2018. Panjang jalan bebas hambatan yang dioperasikan pada tahun tersebut mencapai 449,8 km.

Rinciannya, pada 2015, panjang jalan tol yang dioperasikan mencapai 132 km, 2016 ada 44 km, 2017 ada 156,6 km, 2018 ada 449,8 km dan hingga Mei 2019 ada 202,3 km.

Dengan proyeksi tambahan jalan tol 403,14 km lagi sampai akhir 2019, maka total panjang jalan tol yang dioperasikan pada masa pemerintahan Presiden Jokowi tercatat 1.387,7 km.

Angka ini lebih tinggi dari target awal yang dicanangkan 1.000 km namun lebih rendah dibandingkan target yang direvisi sepanjang 1.854 km.

Pekanbaru-Dumai Gagal Dioperasikan

Panjang jalan tol yang beroperasi dalam rentang 2015-2019 diproyeksi mencapai 1.387,7 km. Angka ini lebih rendah dibandingkan target terbaru yang direvisi pada 2017 sepanjang 1.854 km.

Artinya, ada gap sekitar 467 km yang belum tercapai sesuai target. Ada sejumlah ruas tol yang gagal beroperasi mengacu kepada target yang ditetapkan pada 2017.

Salah satunya adalah belum beroperasinya secara penuh ruas-ruas tol baru yang dibangun di luar Jawa. Di antaranya tol Balikpapan-Samarinda, dan Pekanbaru-Dumai.

Pada proyeksi capaian hingga akhir 2019 terbaru, ruas tol Balikpapan-Samarinda yang dioperasikan baru terbatas pada seksi 2-4. Seksi 1 dan 5 yang ditargetkan sudah beroperasi tampaknya harus molor dari jadwal.

Kemudian tol Pekanbaru-Dumai seksi 1 dan 2 yang diproyeksi kelar pada akhir 2019 seharusnya sudah rampung pada akhir 2018 lalu. Tol pertama di Provinsi Riau tersebut seharusnya rampung secara penuh untuk seksi 1-6 pada akhir 2019.

Begitu pula untuk tol Kayu Agung-Palembang-Betung yang seharusnya bisa beroperasi hingga seksi 2. Tol ini bahkan seharusnya rampung pada akhir 2018 lalu.

Lalu, tol Pandaan-Malang yang masih tersiksa satu seksi terakhir di seksi 5. Dan sisanya adalah ruas-ruas tol yang sama sekali gagal beroperasi secara parsial. Di antaranya tol Cisumdawu, Ciawi-Sukabumi seksi 3-4, Cibitung-Cilincing seksi 1-4, Bogor Ring Road Seksi 3, Cinere-Jagorawi Seksi 3 (Kukusan-Cinere), Serpong-Balaraja Seksi I BSD-Legok.

Kemudian Ruas Tol dalam Kota Jakarta Sunter-Pulo Gebang, Cimanggis-Cibitung, Pasuruan-Probolinggo seksi 4, Krian-Legundi-Bunder-Manyar, Depok-Antasari Seksi 2B-3 (Krukut-Bojonggede). (mb/detik)

Loading...

Pos terkait

Booking.com