Incar Ketua MPR, Golkar Klaim Koalisi Jokowi Tak Keberatan

Booking.com

Metrobatam, Jakarta – Politikus Partai Golkar Zainudin Amali mengklaim partai politik di koalisi pendukung Jokowi-Ma’ruf tidak mempermasalahkan bila Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) periode 2019-2024 ditempati oleh perwakilan partainya.

Menurut Zainudin, sebagai partai politik peraih kursi DPR RI terbanyak kedua hasil Pemilu 2019, sudah sewajarnya Golkar menduduki jabatan Ketua MPR periode mendatang.

Muat Lebih

“Saya kira kalau di internal pendukung Jokowi tidak ada masalah (Golkar jadi Ketua MPR),” kata Zainudin kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Kamis (1/8).

Meski demikian, dia menerangkan, proses komunikasi di antara fraksi-fraksi terkait posisi Ketua MPR mendatang masih berlangsung hingga saat ini.

Dia berharap, komunikasi antarfraksi ini dapat melahirkan kesepakatan formal sehingga pemilihan pimpinan MPR mendatang dapat dilakukan lewat musyawarah mufakat, bukan pemungutan suara.

“Harapan saya itu kita selesaikan dengan musyawarah mufakat karena itu lebih baik buat kita dan tidak terlalu memakan waktu serta energi,” ucap Ketua DPD I Golkar Jawa Timur itu.

Golkar dikabarkan sudah menyiapkan sejumlah nama untuk mengisi kursi ketua MPR. Di antaranya, Aziz Syamsuddin, Zainudin Amali, Agun Gunandjar, Kahar Muzakkir, serta Bambang Soesatyo.

Wasekjen PKB Faisol Reza mengatakan parpol koalisi Jokowi-Ma’ruf belum menjalin kesepakatan soal kursi Ketua MPR. Masih perlu pembahasan lebih lanjut.

“Menunggu pertemuan koalisi,” kata Faisol.

Dia mengamini bahwa Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PPP Soeharso Monoarfa, serta Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto di DPP Nasdem pada pekan lalu. Faisol pun tidak membantah ada pembahasan soal kursi Ketua MPR.

Akan tetapi, tidak ada kesepakatan yang terjalin. Hanya NasDem yang tidak keberatan jika Golkar yang diberikan kursi Ketua MPR.

“Memang NasDem tidak berambisi untuk mengambil posisi Ketua MPR,” ucap Faisol.

Belakangan, posisi Ketua MPR menjadi incaran sejumlah partai. Baik parpol pengusung Jokowi-Ma’ruf, mau pun Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019 lalu.

Selain Golkar, PKB merupakan salah partai politik koalisi Jokowi-Ma’ruf yang terang-terangan membidik kursi Ketua MPR periode mendatang. Mereka mencalonkan nama ketua umum Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.

PPP Tak Masalah

PPP mengaku tak masalah jika nantinya kursi ketua MPR diserahkan kepada Golkar. Hal itu menanggapi pernyataan Wasekjen Golkar Dave Laksono soal adanya kesepakatan informal atau gentleman’s agreement di antara parpol pengusung Joko Widodo-Ma’ruf Amin jika kursi MPR-1 adalah untuk Golkar.

“Yang jelas PPP tidak masalah jika PG (Partai Golkar) dapat Ketua MPR,” kata Sekjen PPP Arsul Sani kepada wartawan, Kamis (1/8/2019).

Menurut Arsul, dirinya tak mengetahui soal kesepakatan yang dimaksud. Ia kembali menegaskan PPP tak keberatan jika nantinya ada kesepakatan Golkar, sebagai peraih kursi terbanyak kedua, mendapat kursi ketua MPR.

“Jika memang nantinya disepakati bahwa Golkar sebagai partai dengan kursi terbesar kedua yang mendapat posisi Ketua MPR, maka PPP tidak keberatan. Tapi soal deal awal dimaksud, PPP tidak mengetahuinya,” ujar Arsul.

Lebih lanjut, Arsul pun berharap partainya bisa mendapat kursi wakil ketua MPR.

“PPP berharap dapat kursi wakil ketua MPR,” ucapnya.

Sebelumnya, Wasekjen Partai Golkar Dave Akbarshah Fikarno atau Dave Laksono menyebut koalisi pengusung Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin telah membuat kesepakatan menyerahkan kursi ketua MPR kepada Golkar.

“Dari awal kan dealnya gitu. Ya sepatutnya Golkarlah,” kata Dave saat dikonfirmasi, Kamis (1/8).

Dave menyebut seluruh partai koalisi pengusung Jokowi telah membuat semacam perjanjian informal atau gentlemen’s agreement terkait kursi ketua MPR.

“Dari sejak sebelum pemilu sudah ada gentlemen’s agreement dengan seluruh koalisi. Agar menjaga kerukunan antar para koalisi,” sebut Dave. (mb/detik)

Loading...

Pos terkait

Booking.com