Limbah Medis Dibuang Sembarangan, Anggota DPRD Batam : Pengawasan Dinkes dan DLH Kota Batam Lemah

Anggota Komisi III DPRD Batam, Jefry Simanjuntak (Foto : Youtube/Kilas7TV)

Metrobatam.com, Batam – Temuan limbah medis yang berserahkan di pinggir Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Batam, beberapa hari lalu, mendapat sorotan dari anggota DPRD Batam.

Menurut anggota Komisi III DPRD Batam, Jefri Simanjuntak, temuan limbah medis yang dibuang sembarangan di permukiman warga, merupakan bentuk lemahnya pengawasan Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam.

Read More

”Siapa pembuang limbah medis itu? Yang pastinya mereka yang bergerak di bidang medis seperti rumah sakit, apotek, dan klinik,” ujar Jefri, Selasa (30/7/2019).

“Di sinilah diperlukan pengawasan yang kuat oleh Dinkes maupun DLH. Mereka harus menelusuri temuan itu,” kata dia lagi.

Jefri menegaskan, kedua dinas tersebut harus memperketat pegawasan limbah medis. Mereka harus mengecek bagaimana laporan hasil limbah medis maupun yang sudah kedaluwarsa.

”Apalagi rumah sakit di Batam diwajibkan memiliki incinerator atau pengolahan limbah medis untuk dimusnahkan,” jelasnya.

Sayangnya, sambung Jefri, sampai saat ini masih banyak rumah sakit di Kota Batam baik tipe C maupun B belum memiliki incinerator limbah medis.

Untuk itu, dinas terkait lanjutnya, harus mengecek dibawa kemana limbah-limbah medis tersebut.

Tak hanya rumah sakit, Jefri juga meminta kepada Dinkes Batam untuk mengecek lagi keberadaan klinik-klinik sebagai pemakai produk medis.

Sebab mereka tidak memiliki incinerator untuk pemusnahan limbah medisnya.

”Dinkes dan DLH harus lebih maksimal melakukan pengawasan di lapangan, apalagi ini ada temuan limbah medis yang dibuang di permukiman warga tanpa diketahui siapa tuannya atau yang membuangnya,” katanya.

Menurut Jefri, tidak terlalu sulit untuk menelusuri siapa pemilik limbah medis dan siapa pembuangnya.

Pertama, limbah medis itu jenis apa. Di dalam kemasan medis seperti sampul itu biasanya ada nomor serinya.

Dari situ, bisa jadi dasar pelacakan distribusi barang tersebut.

”Bisa jadi dilakukan vendor atau pihak ketiga, tapi kan untuk melacak itu, pastinya dicari siapa pihak pertama yang jadi pemesan dan pengguna barang medis tersebut,” ujarnya.

 

(sumber : batampos.co.id)

Loading...

Related posts