Target Megawati: PDIP ‘Hattrick’ Menang Pemilu pada 2024

Metrobatam, Jakarta – Megawati Soekanoputri ingin memenangkan pemilu untuk ketiga kalinya pada 2024 mendatang usai terpilih kembali menjadi ketua umum PDIP. PDIP sendiri berhasil menjadi peraih suara terbanyak pada 2014 dan 2019.

Diketahui, Megawati terpilih kembali sebagai ketua umum PDIP periode 2019-2024 setelah dipilih secara aklamasi oleh seluruh pengurus DPD dan DPC se-Indonesia.

Read More

“Kalau dibilang hattrick, saya berharap. Saya harap itu benar-benar terjadi,” ucap Megawati di arena Kongres PDIP ke-V, Denpasar, Bali, Kamis (8/8).

Megawati mengaku dirinya memang ingin PDIP menjadi partai pelopor atau pertama yang memenangkan pemilu tiga kali berturut-turut. Dia harap itu benar-benar terjadi pada 2024 mendatang.

“Partai pelopor kan lebih dari yang lain,” ujar Mega.

PDIP meraih suara terbanyak pada Pemilu 2014 lalu. Mereka memperoleh 18,95 atau 23.681.471 suara nasional.

Kemudian pada 2019, PDIP kembali menjadi partai dengan perolehan suara terbanyak. PDIP mendapat 19,33 persen atau 27.053.961 suara nasional

Selain itu, Megawati juga ingin partai politik, khususnya PDIP, bisa membawa negara fokus dalam menentukan arah. Baik untuk 50, bahkan 100 tahun mendatang.

“Bukan ambisius, tapi harus,” kata Megawati.

Diketahui, Megawati kembali terpilih sebagai ketua umum PDIP. Dia bakal menjabat sebagai pucuk pimpinan hingga 2024 mendatang.

Megawati dipilih secara aklamasi oleh seluruh pengurus DPD dan DPC se-Indonesia. Dengan demikian, Megawati selalu menjadi ketua umum sejak PDIP didirikan pada 1999 silam.

“Semua menghendaki secara aklamasi, saya diangkat lagi sebagai ketua umum PDIP periode 2019-2024,” tutur Megawati.

Perangi Politik Identitas

PDI Perjuangan menjelaskan alasan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri secara khusus menyapa mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok dalam pidato pembukaan Kongres V PDIP. Kader senior PDIP Eriko Sotarduga mengatakan, Megawati ingin memerangi politik identitas dan radikalisme saat menyapa Ahok.

“Iya, Bu Mega memerangi politik identitas. Bahwa radikalisme, bahwa yang namanya politik identitas itu menjadi semakin besar,” kata Eriko saat ditemui di Hotel Grand Inna Bali Beach, Sanur, Bali, Kamis (8/8).

Eriko menyebut Megawati hendak mengingatkan bangsa Indonesia tidak terbelah menjadi mayoritas dan minoritas. Namun Indonesia terbentuk dari toleransi antarsesama warga negara.

Sapaan Megawati dalam pidatonya itu, kata Eriko, juga menunjukkan bahwa Ahok adalah bagian dari PDIP. Ia menegaskan PDIP tak pernah meninggalkan Ahok meski kalah dalam Pilkada DKI 2017 dan masuk penjara karena kasus penistaan agama.

“Ahok itu, yang disebut BTP, Basuki Tjahaja Purnama itu adalah bagian dari PDI Perjuangan dan kita tidak pernah meninggalkan beliau karena hal seperti itu (kasus penistaan agama),” ucap dia.

Sebelumnya, Megawati secara khusus menyapa Ahok dalam pidato pembukaan Kongres V PDIP. Megawati sempat membahas pergantian nama Ahok menjadi BTP dan juga intoleransi yang menimpanya.

“Terus enggak boleh ya namanya mau Aseng, mau Ahok, mau Badu, kalau dia warga negara Indonesia, ya sudahlah,” kata Megawati di Hotel Grand Inna Bali Beach, Sanur, Bali, Kamis (8/8).

Kongres V PDIP dihadiri sejumlah tokoh nasional. Selain Ahok, hadir pula Wakil Presiden terpilih Ma’ruf Amin, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H. Laoly, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.

Selain itu ada Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, dan Ketua DPR RI Bambang Soesatyo.

Tak ketinggalan, hadir pula para ketua umum parpol anggota Koalisi Indonesia Kerja. Yakni, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang beserta Sekjen Hary Lontung Siregar, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, dan Ketua Umum PPP Soeharso Minoarfa beserta Sekjen Arsul Sani. (mb/cnn indonesia)

Loading...

Related posts