Try Sutrisno Ingin MPR Kembali Jadi Lembaga Tertinggi Negara

Metrobatam, Jakarta – Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno menanggapi wacana amandemen Undang-undang Dasar (UUD) 1945. Menurutnya, sebaiknya empat kali amandemen sebelumnya dikaji kembali dan dijadikan lampiran untuk memperkuat UUD 1945. Try Sutrisno juga mengutarakan sebaiknya MPR kembali jadi lembaga tertinggi.

“Harus dikaji ulang, karena keliru itu amandemen (UUD 1954), banyak melenceng, harus kita koreksi. Tidak ada amandemen, kaji ulang,” kata Try di Grand Sahid Hotel, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (12/8/2019).

Read More

Try menjelaskan kaji ulang yang dimaksud adalah mengembalikan UUD 1945 yang asli. Namun hasil dari empat kali amandemen bisa dijadikan lampiran UUD 1945 dan disesuaikan dengan perkembangan zaman.

“Berarti yang empat kali itu teliti lagi. Kaji ulang itu apa? Yang asli dikembalikan, materi yang empat kali itu yang cocok untuk memperkuat UUD 45 karena kebutuhan zaman, karena tantangan zaman, dijadikan adendum, lampiran pada UUD ’45 yang asli,” kata dia.

Lebih lanjut, Try mengatakan MPR terdiri dari DPR, utusan daerah dan utusan golongan. Sehingga ia mengusulkan agar MPR kembali menjadi lembaga tertinggi negara.

“Harus dong (lembaga paling tinggi), itu kan aslinya begitu, itu sistem Indonesia itu. Isinya DPR, utusan daerah, utusan golongan, bukan DPD. DPD tidak ada kesatuan itu, itu negara serikat, Amerika ada, karena negaranya serikat, ada negara-negara bagian,” kata Try.

“Artinya Dewan Perwakilan Daerah, kalau kita nggak ada itu, yang benar utusan daerah. Kembalikan MPR ke lembaga tertinggi yang isinya DPR, utusan daerah, utusan golongan,” ucapnya. (mb/detik)

Loading...

Related posts