Pangdam Cenderawasih: Mari Saling Tahan Diri, Kita Majukan Papua

Metrobatam, Jakarta – Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring meminta semua pihak yang ada di Kota Jayapura untuk menahan diri. Dia meminta masyarakat untuk memberi kesempatan kepada aparat keamanan untuk menciptakan situasi yang aman dan nyaman.

“Saya bersama Kapolda Papua sudah mengumpulkan para tokoh agama dan paguyuban. Kami lakukan komunikasi, agar bisa menahan diri biar konflik ini tidak ada yang diuntungkan,” kata Yosua seperti dilansir Antara, Minggu (1/9/2019).

Read More

Yosua menyampaikan hal ini dalam dialog interaktif bertopik ‘Damailah Papuaku’ di RRI Jayapura, Kota Jayapura, Minggu (1/9). Dalam kesempatan itu, turut hadir Kapolda Papua Irjen Rudolf Alberth Rodja dan Analis Kebijakan Utama Lemdikpol Irjen Paulus Waterpauw.

Dia mengatakan akibat dari demo yang berujung anarkis, sejumlah bangunan rusak dan terbakar. Selain itu aktivitas ekonomi terhambat dan anak-anak sekolah ikut terdampak.

“Kita lihat, akibat dari kejadian atau pertikaian kemarin, roda ekonomi beberapa hari yang lalu sempat tersendat begitu pun dengan aktivitas masyarakat termaksud anak sekolah,” kata Yosua.

Namun, situasi berangsur kondusif. Kondisi ini tercipta atas kerja keras TNI-Polri dengan dukungan seluruh elemen masyarakat.

Yosua kembali mengajak semua pihak menahan diri. Dia mengajak semua pihak untuk sama-sama membawa kemajuan bagi masyarakat Papua.

“Harapannya situasi seperti ini terus terjaga. Mari kita saling menahan diri, kita bangun Papua untuk masyarakat yang maju,” ujarnya.

28 Orang Terlibat Rusuh Diperiksa

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Inspektur Jenderal Rudolf A Rodja menyatakan situasi di Kota Jayapura kembali kondusif pascademonstrasi yang berujung perusakan, Kamis (29/8).

“Keadaan aman kondusif walaupun ada sedikit kejadian tetapi sudah bisa kita atasi,” kata Rodja, Minggu (1/9) malam seperti dikutip Antara.

Kepolisian, kata dia, menyayangkan aksi demo yang awalnya berlangsung damai seperti yang dikoordinasikan dengan para aparat namun berujung rusuh. Pascabentrokan, polisi mengamankan sejumlah aktor yang diduga menjadi provokator.

“28 orang untuk diperiksa dan didalami baik penganiayaan dan perusakan. Saya sebagai Kapolda Papua juga sudah mengeluarkan maklumat, bahwa tidak boleh ada lagi selebaran aksi demo lagi,” katanya.

“Bahkan kami mengawal para pendemo, namun kami sangat menyesalkan yang dilakukan para pendemo kemarin,” kata dia Rodja.

Terkait larangan selebaran kembali turun aksi, kepolisian didukung TNI menegaskan bakal mengambil tindakan tegas jika hal tersebut terulang. Rodja mengharapkan kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kedamaian di Kota Jayapura.

Sementara itu di sejumlah tempat terpisah, aparat Kepolisian Daerah Papua mengamankan sebanyak 45 senjata tajam dalam razia yang digelar di dua tempat di Jayapura.

Razia pertama di depan Polsek Abepura. Polisi mengamankan senjata tajam dan atribut yang berjumlah 30 jenis, yang terdiri dari parang, badik, cutter, celurit, taring babi, sangkur.

“Juga senapan angin dan gelang KNPB,” kata Kabid Humas Polda Papua Komisaris Besar Ahmad Mustofa Kamal.

Razia kedua, kata dia, dilakukan di Expo Waena. “Di sini ditemukan sebanyak 15 senjata tajam dan alat yang dapat membahayakan yang terdiri dari parang, badik, cutter dan sangkur. Total semuanya ada 45 benda,” katanya. (mb/detik/cnn indonesia)

Loading...

Related posts