Pengusaha Yakin Papua Segera Pulih, Kapolri Perintahkan Kapolda Larang Demo

Metrobatam, Jakarta – Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian memerintahkan Kapolda Papua dan Papua Barat untuk mengeluarkan maklumat tentang larangan demonstrasi di dua wilayah itu.

Menurutnya larangan itu harus dikeluarkan demi menghindari potensi aksi anarkis yang awalnya bermula di Manokwari dan Jayapura itu.

Read More

“Saya sudah perintahkan kepada Kapolda Papua dan Papua Barat mengeluarkan maklumat untuk melakukan larangan demonstrasi atau unjuk rasa yang potensial anarkis,” kata Tito di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (1/9).

Tito menambahkan Polri tidak akan menolerir aksi yang dilakukan secara anarkis.

Menurutnya kebebasan berpendapat memang hak setiap warga negara. Namun, lanjut dia, massa yang menggelar aksi seharusnya memanfaatkan kesempatan berpendapat itu seperti yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyatakan Pendapat di Muka Umum.

“Tapi kenyataannya menjadi anarkis, menjadi rusuh, ada korban dan kerusakan,” ungkapnya.

Ketegangan di Papua dan Papua Barat meningkat pekan lalu. Aksi unjuk rasa pada Kamis (29/8), menimbulkan kerusakan material di Sentani, Abepura, hingga Jayapura.

Massa pengunjuk rasa sempat membakar beberapa gedung dan pertokoan sepanjang Abepura, Entrop, dan Jayapura. Lalu, bangunan Kantor Telkomsel Jayapura.

Bangunan Kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan Papua, RS Provita Jayapura, Mal Jayapura, dan pertokoan yang berada di sekitarnya juga dilempari dan dirusak massa pengunjuk rasa.

Di Deiyai, demo masyarakat Papua mengakibatkan seorang anggota TNI tewas terkena panah dan dua warga sipil meninggal dunia.

Pemerintah belum memberikan keterangan lengkap atas total kerugian dan jumlah korban dalam gelombang demonstrasi di Papua dan Papua Barat.

Pengusaha Yakin Papua Segera Pulih

Sementara Pengusaha optimis kasus kerusuhan di Papua bisa cepat selesai. Mereka yakin pemerintah dapat menangani kasus ini dengan cepat.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Haryadi Sukamdani menilai kejadian ini sangat insidental dan bisa cepat mereda. Haryadi menyatakan hingga kini kejadian ini tidak terlalu mempengaruhi kepercayaan pengusaha untuk investasi ke Papua.

“Kita yakin ini bisa diatasi kok, ini kan sifatnya kejadian yang insidental ya, penanganan akan cepet kok, untuk sekarang tidak mengganggu (kepercayaan investor) banget ya kalau saya lihat,” kata Haryadi saat dihubungi detikFinance, Minggu (1/9/2019).

“Kita yakin ini cepat selesai,” tegasnya.

Kalau melihat kerusuhan yang terjadi, Haryadi menilai kejadian ini ditunggangi beberapa pihak. Dia pun menilai, rakyat Papua semuanya menginginkan kedamaian dan tidak mau memancing kerusuhan.

“Saya rasa rakyat Papua nggak begitu ya, ini kan ada ‘pihak-pihak’ yang ngomporin nih ya,” ujar Haryadi.

Sebelumnya, demo yang berujung kerusuhan besar terjadi di Jayapura dan Wamena, Kamis lalu (29/8/2019). Massa aksi melakukan tindakan pengrusakan hingga penjarahan. Aksi tersebut juga diwarnai pembakaran gedung MRP hingga penjebolan rumah tahanan. (mb/cnn indonesia/detik)

Loading...

Related posts